• 23 August 2026

Taman Nasional Way Kambas Kebakaran, Gajah Aman

uploads/news/2026/08/taman-nasional-way-kambas-74579fad25a380c.jpg

Jagad Tani - Kebakaran hutan di kawasan Resor Kuala Penet, Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, terjadi sejak Jumat (21/8), siang hari, dan baru berhasil dipadamkan pada Sabtu, (22/8), sekitar pukul 19.00 WIB.

Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 673 hektare (Ha). Angka tersebut dinilai oleh pihak TNWK masih bersifat sementara dan akan diperbarui berdasarkan hasil verifikasi lapangan.

Baca juga: Dikepung Karhutla, Bagaimana Nasib Orangutan Kalimantan

"Berdasarkan pemantauan, kelompok gajah liar berada di wilayah utara TNWK dan jauh dari lokasi kebakaran. Gajah jinak di Pusat Konservasi Gajah (PKG) juga berada jauh dari lokasi kebakaran," tulis TNWK di laman official instagram, dikutip Minggu (23/8). 

Dengan demikian, gajah liar dan gajah di Pusat Konservasi Gajah terpantau aman dan tidak terdampak langsung oleh kejadian. Namun petugas tetap melanjutkan pemantauan terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan untuk memastikan perlindungan satwa liar berjalan optimal.

Penanganan kebakaran inj melibatkan sekitar 250 personel gabungan, mulai dari Balai TNWK, Polda Lampung, Polres Lampung Timur, Kodam, Kodim Lampung Timur, mitra kerja taman nasional, Masyarakat Mitra Polhut, kelompok tani hutan (KTH), hingga Masyarakat Peduli Api.

Keterlibatan lintas instansi ini, difungsikan untuk memperkuat koordinasi pemadaman sekaligus memastikan perlindungan kawasan konservasi dan satwa liar. Upaya pemadaman pun tidaklah mudah, karena menghadapi berbagai kendala, sebagian lokasi bahkan harus dijangkau dengan berjalan kaki.

"Kondisi lahan yang bergambut, akses menuju lokasi yang cukup sulit, serta sumber air yang berada jauh dari titik kebakaran menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman," terang TNWK. 

Setelah pemadaman, personel gabungan melakukan pendinginan dan pemantauan lanjutan guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali muncul. Langkah ini penting, mengingat karakteristik lahan bergambut yang memerlukan kewaspadaan untuk mencegah potensi kebakaran berulang.

Sebagai tindak lanjut, Balai Taman Nasional Way Kambas akan meningkatkan intensitas patroli dan pengamanan kawasan serta memperkuat koordinasi dengan lintas instansi, yang mencakup pencegahan kebakaran hutan dan lahan, perburuan, perambahan, serta aktivitas ilegal lainnya yang berpotensi mengancam kawasan konservasi.

Demi menjaga keselamatan gajah sumatra dan satwa liar lainnya, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran, segera melaporkan temuan asap atau titik api, serta bersama-sama menjaga kelestarian Taman Nasional Way Kambas.

"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bergerak bersama dalam penanganan kebakaran ini. Api telah padam. Penjagaan tetap berlanjut. Karena menjaga hutan bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga memastikan hutan tetap menjadi rumah bagi satwa, ruang bagi kehidupan, dan warisan yang harus kita jaga bersama," pungkasnya. 

Related News