• 19 August 2026

Tips Menjaga Kebugaran Lele Agar Panen Maksimal

uploads/news/2026/08/tips-menjaga-kebugaran-lele-7707876e41afccd.jpg

Jagad Tani - Ada banyak cara yang dilakukan oleh seorang pembudidaya lele dalam menjaga ternaknya agar selalu sehat, dan bisa panen maksimal. Begitu juga dengan Suhadi, peternak lele dari Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang selalu menjaga kebugaran lele di kolam miliknya.  

Menurutnya, kunci dalam menjaga kebugaran lele supaya bisa selalu sehat dan bugar, bukanlah terletak pada obat-obatan tambahan ataupun suplemen yang diberikan kepada lele, melainkan pada kelancaran sirkulasi air di kolam itu sendiri.

Baca juga: Cuan Tiap Hari dari Beternak Ayam Petelur

"Ya, resiko tetap ada. Namanya kita memelihara ikan, kan ikan punya nyawa. Ya, kita pelajari saja dengan berjalannya waktu, nantikan pasti ketemu solusinya," ujar Suhadi Rabu (12/8).

Dilanjutkan bahwa, meskipun ikan lele terkenal sebagai ikan yang tahan banting dan bisa bertahan hidup di air berlumpur sekalipun, akan tetapi, kualitas air tetap tidak boleh diabaikan sepenuhnya. 

"(Walaupun) lele tidak se-sensitif ikan mas atau nila yang membutuhkan air super bersih. Namun, ketika air kolam sudah terlalu lama tidak diganti dan mulai kotor, air tersebut tetap harus diganti agar kondisi fisik ikan lele kembali sehat dan nafsu makannya terjaga," jelasnya. 

Bahkan untuk meminimalisir risiko kematian ikan, karena kondisi cuaca yang ekstrem saat musim panas di kolam miliknya yang terbuka, cara yang dilakukan Suhadi yakni dengan memanfaatkan sumur bor, sehingga air di kolam bisa terus diganti dan suhu air tetap terjaga.

Adapun pada saat musim penghujan, pemantauan ketat turut dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah adanya potensi luapan air di dalam kolam akibat banjir. 

Selain itu, Suhadi mengingatkan bahwa dalam pemberian suplemen ataupun campuran pakan, tidak disarankan untuk memberikan campuran yang dosisnya tidak sesuai peruntukkan, karena hal ini justru akan menjadi bumerang bagi si peternak.

"Enggak ada campur-campuran (tambahan), kalau (pakan) dicampur-campur enggak sesuai dengan ukuran, malah nanti ikannya jadi stres," jelasnya saat ditemui di kolamnya.

Bahkan terkait pakanpun, peternak yang berdomisili di Kecamatan Pagelaran ini cukup selektif dan biasanya menggunakan pakan merk Sinta, yang ukurannya disesuaikan dengan umur ikan, misalnya pakan dengan kode 1 dan 2 yang diperuntukan bagi lele yang masih kecil.

Begitu juga soal jadwal pemberian pakan pun dinilai harus disiplin, yaitu diberikan sebanyak dua kali dalam sehari, di pagi dan sore hari. Biasanya jumlah pakan yang diberikan dalam sekali makan, mampu menghabiskan sebanyak 2 karung (20 kg/karung).

Melalui langkah yang dilakukan tersebut, dengan luasan kolam 5 m x 8 m yang berpopulasi 20.000 ekor ikan lele, serta kolam ukuran 4 m  x 7 m dengan populasi 10.000 ekor ikan lele, untuk masa panen 3 bulan, maksimal panennya mampu mencapai 5 ton (300.000 ekor lele). 

Tak main-main, bahkan hasil distribusinya bukan cuma daerah sekitar, tapi bisa sampai ke wilayah Kota Bandar Lampung, Kabupaten Pringsewu (Provinsi Lampung), hingga Palembang (Sumatera Selatan).  

Dengan harga jual yang mencapai Rp17.000-Rp18.000/Kg (isi 6 ekor), tentunya peluang usaha ternak lele cukup menjanjikan. Bahkan Suhadi menyarankan, untuk pemula yang ingin memulai bisa memanfaatkan bak plastik atau terpal terlebih dahulu demi menekan biaya.  

"Kalau untuk (beternak) ikan lele (bagi pemula yang ingin mencoba, cukup) mudah, awal-awalnya bisa bikin bak dari plastik. Nanti berjalannya waktu kalau sudah dapat modal ya kita bisa nyewa atau beli lahannya," pungkasnya. 

Related News