• 19 August 2026

Cuan Tiap Hari dari Beternak Ayam Petelur

uploads/news/2026/08/membaca-potensi-pengembangan-usaha-5486196371f5e84.jpeg

Jagad Tani - Dalam memilih peluang usaha, tentunya setiap orang akan memilih usaha yang sudah jelas pasarnya dan banyak dicari oleh pembeli, sehingga memudahkan jalan usaha, dan hal ini setidaknya sudah dilakukan oleh kelompok Pemuda Berkah Berkarya (PBB) Farm.

Meskipun PBB baru berdiri di tahun 2024, dengan kandang ternak yang berada di Desa Pengasinan, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Ahmad Mulyadi selaku Ketua PBB menjelaskan, bila potensi perputaran usaha peternakan ayam petelur justru cukup menjanjikan.

Baca juga: Pramuka Beternak, Langkah Jambore Kenalkan Ketahanan Pangan

"Pengembalian keuntungannya pun juga singkat, enggak terlalu jauh, enggak perlu bertahun-tahunlah. Kalau kemarin itu sekitar satu tahun setengah (hingga) satu tahunan lah, itu sudah bisa BEP (break even point atau balik modal) hampir 80%," ujarnya kepada Jagad Tani.

Selain perputarannya yang cepat, Ahmad juga menilai bahwa pada saat ini, telur merupakan salah satu jenis panganan yang dibutuhkan dan banyak dicari oleh masyarakat, sehingga bukan menjadi usaha yang musiman. 

"Perputaran (usaha)nya cukup cepat dan memang juga, kalau telur kan menjadi kebutuhan utama ya saat ini (untuk kebutuhan pangan), jadi enggak ada matinya, enggak ada musimnya, karena banyak yang nyari," sambungnya.

Bukan cuma itu, dari jumlah populasi yang ada di kandang sekitar 1500-1700 ekor ini, dijelaskan bahwa untuk saat ini pun pasarnya masih menjanjikan, karena tidak perlu jauh-jauh mencarikan tempat menjual telur.

"Saat ini, pasar kita masih sekitar sini. Itupun masih sangat kekurangan untuk menutupi kebutuhan (dan permintaan) masyarakat. Jadi pasarnya tidak perlu jauh, karena pasar telur ini bisa dibilang hampir semua orang sekarang pasti makan telur. Jadi pasarnya enggak perlu jauh-jauh," paparnya.

Bahkan dicontohkan, jika ada yang ingin memulai usaha ayam peternak di skala rumahan, hanya dengan budget Rp4 juta hingga Rp5 juta saja sudah mendapatkan kandang yang bisa memuat populasi antara 12-24 ekor, beserta ayam-nya.

"Jadi banyak sekali prospek yang bisa kita kembangkan dari (usaha peternakan) ayam (petelur ini)," ujarnya.

Permasalahannya, sambung Ahmad, yakni tinggal seseorang tersebut mau atau tidak dalam menjalankannya, sebab peluang pasarnya masih cukup luas, dan bisa menjadi sebuah ceruk dalam menjalankan usaha.

"Sekarang (bisa kita lihat), kalau di sini saja masih kurang (dalam memenuhi permintaan penggan) apalagi di tempat lain. Itu sih prospeknya masih luar biasa," tuturnya.

Untuk target pasarnya, para peternak pada saat ini, dinilai bisa menjualnya ke berbagai rantai distribusi pasar, mulai dari warung kecil, pengecer, agen besar, ataupun ditawarkan langsung ke pelanggan di skala rumah tangga.

"(Intinya) jangan malu (beternak), jangan takut kotor. Karena justru yang kotor begini duitnya lumayan. Jadi enggak harus bisnis yang keren, terlihat keren dan segala macam, tapi ini punya potensi yang besar," imbuhnya.

Related News