• 18 August 2026

Lahan Tidur Imigrasi Jambi Jadi Pertanian Melon

uploads/news/2026/08/lahan-tidur-imigrasi-jambi-51832c69a5bf2e2.jpg

Jagad Tani - Demi mendukung program ketahanan pangan nasional, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi bersama Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal mengubah lahan tidur jadi kawasan pertanian produktif lewat program "Sinergi IM-MAN (Imigrasi Menanam).

Hasilnya yakni dengan dilakukan kegaiatan Panen Perdana Melon Merlin Blok 1, di Muaro Jambi, serta penanaman Melon Kinanti Blok 2 di Unit Layanan Paspor Muaro Jambi, Kamis (13/8) lalu, sebagai bentuk dukungan atas agenda ketahanan pangan nasional.

Baca juga: Lada Putih Babel Tembus Belanda, UMKM Diperkuat

Dari lahan seluas 6.000 meter persegi yang sebelumnya tidak produktif, kini tumbuh sekitar 2.000 tanaman Melon Merlin dengan proyeksi hasil panen mencapai enam ton melon berkualitas premium.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi pelayanan publik dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jambi, Petrus Teguh Aprianto, program ini merupakan bagian dari transformasi peran keimigrasian yang tidak hanya berfokus pada pelayanan, tapi juga berkontribusi dalam membangun sosial dan ekonomi masyarakat.

"Implementasi program Sinergi IM-MAN diprakarsai oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Kuala Tungkal sebagai aksi perubahan di bawah pembinaan Kanwil Ditjen Imigrasi Jambi," ungkap Petrus dalam keterangan pers dikutip Selasa (18/8).

Panen perdana ini dinilai bukan menjadi akhir dari program tersebut, karena bebagai bentuk keberlanjutan, bakal ada sebanyak 3.000 lubang tanam baru telah disiapkan untuk penanaman Melon Kinanti dan Melon Merlin pada periode berikutnya.

Selain itu, Petrus menyatakan, ada sebanyak 500 kilogram Melon Merlin yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk didistribusikan sebagai bantuan sosial kepada masyarakat.

Dengan menerapkan konsep smart farming, inovasi yang dilakukan di lingkungan keimigrasian ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Inisiatif tersebut, lanjutnya, merupakan implementasi dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, serta menghadirkan pelayanan publik yang adaptif, inovatif, dan berdampak nyata.

"Pelaksanaannya melibatkan sinergi lintas sektor bersama Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Dinas Pertanian, kelompok tani, penyuluh pertanian, mitra dunia usaha, serta koperasi pegawai sehingga pengelolaan lahan dilakukan secara berkelanjutan," tuturnya.

Program Sinergi IM-MAN ini diharapkan bisa berkembang jadi model pemanfaatan aset yang produktif, sekaligus menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada tugas dan fungsi kelembagaan, tapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Related News