Gajah Sumatra Dipindahkan ke Kalimantan Timur
Jagad Tani - Dua gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus), Deo (jantan) dan Sinta (betina) bakal dilakukan translokasi oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, BKSDA Kalimantan Timur, Lembaga Konservasi Gembira Loka Zoo, Tabang Zoo, serta Tim Ahli Gajah dari Lampung.
Adapun terkait penataan pengelolaan populasi ini berfokus penuh pada pemenuhan ruang gerak, standar perawatan, dan jaminan keselamatan serta kesejahteraan satwa sepanjang perjalanan, karena Deo dan Sinta merupakan satwa dilindungi titiprawat BKSDA Yogyakarta sejak September 2024.
Baca juga: Jambore Nasional, Peran Hutan dan Ketahanan Pangan
Penitipan sementara tersebut akan menjadi langkah pemindahan permanen guna menyesuaikan daya tampung dan fasilitas yang paling ideal bagi kedua satwa. Rencana pemindahan yang disiapkan sejak 2025 ini menetapkan Tabang Zoo di Kutai Kartanegara sebagai lokasi penempatan.
Hal itu dilakukan, setelah melalui serangkaian verifikasi dan kelayakan teknis dari BKSDA Kalimantan Timur. Sebelum diberangkatkan, tim medis dan ahli gajah menguji secara menyeluruh, terkait kondisi kesehatan fisik serta perilaku Deo dan Sinta.
Sehingga keberangkatan satwa tersebut baru diizinkan setelah seluruh hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan bahwa kedua gajah berada dalam kondisi prima dan siap untuk menempuh perjalanan jarak jauh.
Proses translokasi yang diawali pada 14 Agustus 2026 ini berada di bawah pengawasan tim gabungan, yakni sebanyak 17 personel diterjunkan mendampingi perjalanan, meliputi Polisi Kehutanan BKSDA Yogyakarta, personel BKSDA Kalimantan Timur, tim mahout (pawang gajah), dokter hewan, serta pakar penanganan gajah senior.
Untuk rute perjalanan dimulai dari Yogyakarta menuju Pelabuhan Paciran (Lamongan, Jawa Timur), dilanjutkan penyeberangan laut menuju Pelabuh6an Bahaur (Kalimantan Tengah) menggunakan KMP Drajat Paciran, sebelum meneruskan perjalanan darat menuju Kalimantan Timur.
Pada Minggu, 16 Agustus 2026, rombongan tiba di Pelabuhan Bahaur, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Untuk menjaga kenyamanan satwa, petugas rutin melakukan pembersihan armada serta penyemprotan air guna menstabilkan suhu tubuh kedua gajah.
Tim juga menyempatkan waktu istirahat di kawasan Gandang, Pulang Pisau, guna menurunkan satwa sejenak agar dapat peregangan, mengurangi kelelahan, dan menjaga tingkat stres tetap terkendali. Namun Deo dan Sinta dalam kondisi tenang, sehat, serta mengonsumsi pakan dan air dengan baik di bawah kendali mahout.
Keduanya diperkirakan tiba di lokasi tujuan pada 17 Agustus 2026 untuk selanjutnya diserahterimakan kepada BKSDA Kalimantan Timur dan menempati fasilitas baru di Tabang Zoo. Pemantauan kesehatan dan adaptasi lingkungan akan terus dilanjutkan hingga seluruh proses penempatan selesai.

