Jambore Nasional, Peran Hutan dan Ketahanan Pangan
Jagad Tani - Sebanyak 1.250 Pimpinan Kontingen Pramuka se-Indonesia, mengikuti forum Sosialisasi dan Talkshow Saka Wanabakti bertema "Peran Hutan dalam Ketahanan Pangan" pada gelaran Jambore Nasional (Jamnas) XII 2026.
Para Pinkon yang berasal dari berbagai daerah tersebut, memiliki posisi penting dalam pembinaan generasi muda dan anggota Gerakan Pramuka, sehingga saat mereka pulang, bisa membawa edukasi pelestarian hutan di pangkalan daerah masing-masing.
Baca juga: Lindungi Primata Indonesia, Ekspor Monyet Harus Dihentikan
Luckmi Purwandari, Sekretaris Pimpinan Saka Wanabakti Tingkat Nasional (Pinsakanas) yang juga Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan (Pusgenri) Kementerian Kehutanan, menjelaskan soal peranan generasi muda dalam pelestarian hutan dan kemandirian pangan.
“Melalui kegiatan sosialisasi dan talkshow bersama para pimpinan kontingen se-Indonesia ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan lestari dengan melibatkan generasi muda dan pramuka adalah prasyarat mutlak untuk mencapai ketahanan pangan,” ungkapnya di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (15/8).
Sehingga, para Pinkon dapat menindaklanjuti kegiatan dengan membangun jejaring, sinergi dan kolaborasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kehutanan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk melahirkan gagasan.
Luckmi berharap, seluruh Pinkon bisa menjalankan aksi nyata soal pelestarian hutan, mengembangkan dan memperkuat pangkalan pangkalan pramuka, serta melahirkan ruang-ruang pembelajaran kehutanan bagi generasi muda dan pramuka di daerah masing masing.
"Ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai ketersediaan pangan. Tetapi juga mengenai ketersediaan sumber daya alam yang menopang produksi dan kehidupan masyarakat secara keberlanjutan," terangnya.
Dalam konteks tersebut, hutan memiliki fungsi ekologis dan sosial yang saling berkaitan. Mulai dari menjaga tata air, tanah, keanekaragaman hayati, hingga menyediakan berbagai sumber pangan dan hasil hutan yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui Satuan Karya (Saka) Wanabakti, generasi muda diharapkan memiliki ruang tumbuh yang tidak hanya mengenalkan pada pentingnya melestarikan hutan. Tetapi juga dapat membekali dengan pengetahuan, keterampilan, kecakapan, kepemimpinan, serta kemampuan menghasilkan inovasi dan melakukan aksi pelestarian hutan.
Para Pinkon dapat mengambil peran sebagai penggerak yang meneruskan semangat pelestarian hutan kepada generasi muda di daerah sekaligus mendorong lahirnya kegiatan kepramukaan yang lebih dekat dengan isu kehutanan dan lingkungan,"tukasnya.

