• 15 August 2026

Baru Dinikmati 5%, Perikanan Indonesia Bernilai Rp612 Triliun

uploads/news/2026/08/baru-dinikmati-5-laut-194479072bfdd87.png

Jagad Tani - Sektor perikanan Indonesia memiliki potensi  tinggi dalam menyumbangkan nilai ekonomi, yaitu sebesar US$34 miliar atau sekitar Rp612 triliun. Hal ini diumumkan oleh Presiden Prabowo dalam pidato di Sidang Tahunan bersama DPR, MPR dan DPD RI 2026, pada Jumat (14/8). 

Menurutnya, sejumlah Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) kini tengah dibangun di berbagai daerah, yang bakal dilengkapi oleh beragam fasilitas, mulai pelabuhan, dermaga, hingga tempat pelelangan ikan.

Baca juga: Lindungi Primata Indonesia, Ekspor Monyet Harus Dihentikan

Selain itu, fasilitas seperti penyimpanan dingin (cold storage), bengkel, fasilitas pengolahan hasil laut, perumahan, hingga fasilitas sosial, juga menjadi bagian dari proyek KNMP, guna mendukung sektor perikanan Indonesia. 

"Nilai perikanan kita setiap tahun adalah sekitar US$34 miliar. Baru hanya mungkin 5% yang dapat kita nikmati. Sisanya diambil oleh kapal-kapal negara lain tanpa izin kita. Bayangkan berapa nilai yang kita hilang tiap hari tiap malam," tegasnya. 

Dari target 1.386 KNMP yang akan berdiri dan berfungsi akhir Desember 2026, jelasnya, setidaknya ada 100 KNMP yang sudah selesai dibangun. Bahkan direncanakan untuk membangun armada kapal ikan, dan pada tahun 2027 bakal ditargetkan mulai dibangun sekitar 1.582 kapal ikan modern.

"Kita juga harus membangun armada kapal ikan yang modern. Kita butuh belasan ribu kapal. Ini tantangan berat tapi kita harus mulai," sambungnya. 

Tentunya perbaikan ini di sektor perikanan ini dinilai tak main-main, karena berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) nilai ekspor perikanan pada rentang tahun 2024 ke tahun 2025, bahkan terjadi pertumbuhan ekonomi sebesar 7,17% secara tahunan, dengan angka US$422,35 juta (2024) menjadi US$452,64 juta (2025).

"Laut Indonesia harus menjadi sumber kemakmuran nelayan Indonesia," imbuh Presiden RI ke delapan tersebut, di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Related News