• 13 August 2026

Dalam Dua Bulan Pakan Puyuh Naik Berkala

uploads/news/2026/08/dalam-dua-bulan-pakan-6977314516c479c.jpg

Jagad Tani - Dalam dua bulan terakhir, perkembangan harga pakan untuk unggas terus mengalami kenaikan, sesuatu yang berbanding terbalik dengan harga ayam, telur ayam, termasuk juga burung puyuh, dan telur puyuh, yang membuat sejumlah peternak menghadapi keluhan yang sama. 

Djaja Suharja, selaku peternak burung puyuh petelur dari Arkan Quail Farm, menjelaskan bahwa harga burung puyuh dan telur puyuh setelah Idul Fitri memang mengalami penurunan harga yang signifikan di pasaran, sementara harga pakan, setiap pekannya selalu mengalami kenaikan.

Baca juga: Program Cetak Sawah Papua, 1440Ha Siap Tanam

"Untuk bulan kemarin, di bulan Juni-Juli itu terjadi kenaikan (sebanyak) empat kali kenaikan. (Di akhir Juli dan masuk awal Agustus) kenaikan di Rp365.000 per bal, satu bal-nya itu 50 Kg, (dan) pada Sabtu (8/8) terjadi kenaikan lagi di Rp375.000 per bal," ungkap Djaja saat dihubungi Jagad Tani via Telepon.

Dijelaskan bahwa, harga tersebut masih belum temasuk ongkos pengiriman (ongkir) dari dealer menuju ke kandang yang dihargai Rp5000 per satu bal, sehingga harga untuk setiap pemesanan satu bal jika di Rp365.000, maka yang dibayarkan bisa mencapai Rp370.000 untuk sampai ke kandang. 

"Padahal tadinya itu harga sampai kandang Rp345.000 per bal, itu harga di bulan mei sampai dengan awal juni. Terus terjadi kenaikan lagi di pertengahan juni, dan setelah itu tiap dua minggu sekali naik Rp10.000 per bal-nya," lanjut Djaja. 

Menurutnya, setelah Idul Fitri, harga-harga telur puyuh di Jawa Tengah dan Jawa Timur jatuh di harga Rp23.000 per kg, hal ini dikarenakan kondisi yang over produksi, sementara harga di Jabodetabek juga sempat jatuh di Rp24.000 per kg.

Kondisi tersebut, dikatakan Djaja, saat ini baru mulai berangsur-angsur pulih, sebab harga di tingkat agen pada awal bulan Juli sudah berada di kisaran Rp28.500 per kg, dan kini harga di agen sudah masuk ke Rp30.500 per kg, sedangkan harga normalnya ada di Rp32.000 per kg. 

"Sekarang itu sudah berangsur-angsur membaik, karena bulan Mei lalu, sempat saya lelang telur-telur sebanyak 2 ton, yaudahlah akhirnya saya lelangin Rp25.000 per kg. Kalau tidak dijual segitu, bisa collaps semua, puyuh tidak dikasih pakan," jelasnya. 

Menanggapi kenaikan pakan yang sampai kandang mencapai Rp380.000 per bal, Djaja menyatakan bahwa harga telur seharusnya juga turut naik, setidaknya agar bisa menjaga keberlangsungan usaha bagi para peternaknya. 

"Itukan kita menggunakan (pakannya yang merk) New Hope yang premium, itu protein kasarnya di 17. Itu kalau sampai kandang harganya sampai Rp380.000 per bal, ya seharusnya juga naik lagi harga telur, supaya (produksi juga) aman," tukasnya. 

Related News