• 13 August 2026

Program Cetak Sawah Papua, 1440Ha Siap Tanam

uploads/news/2026/08/program-cetak-sawah-1440-5062539ce2d5645.jpg

Jagad Tani - Seluas 1.440 hektare lahan cetak sawah di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, dengan dukungan mekanisasi pertanian serta pendampingan kepada masyarakat setempat, disiapkan sebagai salah satu kawasan produksi pangan baru nasional. 

Bahkan sesi tanam perdana di Lahan Cetak Sawah Moswaren, Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, telah dilakukan pada Senin (3/8) lalu. Dari alokasi target cetak sawah seluas 5.000 hektare di Kabupaten Sorong Selatan pada 2025, 1.440 hektare di antaranya telah siap masuk tahap pertanaman.

Baca juga: Peternak Unggas Menjerit, Rakor Perunggasan Digelar

Menurut Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Dirjen LIP) Hermanto, program cetak sawah di Moswaren dirancang untuk memberi manfaat kepada masyarakat lokal. agar lahan yang sebelumnya belum produktif dapat dikembangkan menjadi kawasan pertanian modern, dengan memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana.

"Cetak sawah ini kita bangun berdasarkan persetujuan pemegang hak ulayat. Jadi, dari masyarakat untuk masyarakat. Pemerintah memberikan bantuan, memfasilitasi lahan tidur dirubah menjadi sawah yang lebih produktif. Hasilnya pun untuk masyarakat guna meningkatkan kesejahteraannya," ujar Hermanto.

Mengenai percepatan pengelolaan lahan, dukungan diberikan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) berupa 50 ton benih padi unggul, puluhan unit traktor roda dua dan roda empat, transplanter, serta drone pertanian. Lahan yang telah siap ditanami selanjutnya dikelola secara modern melalui kelompok-kelompok Brigade Pangan setempat.

Dlanjutkan Hermanto, mekanisasi dan sarana produksi jadi bagian penting dalam membangun ekosistem pertanian modern di Papua Barat Daya. Agar lahan yang sebelumnya belum produktif, bisa menghasilkan pangan serta membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Pengembangan cetak sawah di Papua Barat Daya menjadi bagian dari agenda pemerintah memperkuat kawasan pangan di Tanah Papua. Hingga 2026, pengembangan cetak sawah di Papua Barat Daya telah mencapai 4.675 hektare, dan menjadi bagian dari total 83.030 hektare cetak sawah yang dikembangkan di seluruh Tanah Papua.

"Tujuannya hanya untuk menyejahterakan masyarakat yang ada di wilayah pelosok tanah air di seluruh Indonesia, lebih khusus kita yang ada di Kabupaten Sorong Selatan. Semoga dari hasil cetak sawah ini, kita juga akan menyalurkan hasilnya untuk lima provinsi lainnya yang ada di tanah Papua," ujar Bupati Sorong Selatan Petronela Krenak.

Program ini dinilai menjadi bagian dari upaya memperluas sentra produksi pangan di kawasan timur Indonesia sekaligus mendorong kemandirian pangan masyarakat Papua, dengan melibatkan masyarakat setempat dan tetap memperhatikan hak ulayat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau mengatakan tanam perdana tersebut bukan sekadar momentum dimulainya pertanaman, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian pangan di Papua Barat Daya.

"Hari ini kita sejatinya tidak hanya menanam padi, tetapi kita sedang menanam harapan menuju kemandirian pangan, baik secara lokal di Papua Barat Daya maupun nasional. Dengan ketahanan pangan yang kita miliki, maka kita tidak lagi bergantung pada produk dari luar," tegas Ahmad.

 

Related News