• 12 August 2026

Lele Marinasi Bandung Go Internasional ke Taiwan

uploads/news/2026/08/lele-marinasi-bandung-go-2503976e41afccd.jpg

Jagad Tani - Lele marinasi lele marinasi saat ini menjadi produk perikanan asal Indonesia yang mulai digemari pasar global seperti ikan nila. Bahkan lele marinasi hasil produksi dari UMKM Bandung, Jawa Barat, ini telah berhasil menembus pasar Taiwan. 

Tak tanggung-tanggung, pada ekspor perdana produk olahan perikanan dari PT. Asha Nuova International ini bernilai Rp400 juta, dan lele marinasi beku yang bakal dikirim tersebut memiliki bobot 10,5 ton. Adapun ekspor perdananya berlangsung di Pergudangan Ketapang, Kabupaten Bandung pada Kamis (6/8) lalu. 

Baca juga: Pemantauan Kenaikan Harga Bawang-Cabai Bandung Masih Dijalankan

Menurut Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini, keberhasilan menembus pasar ekspor ini berkat pelaksanaan quality assurance dari hulu sampai hilir yang menjadi syarat pemenuhan ketentuan dan standar jaminan mutu di negara tujuan. 

"Komoditas lele Indonesia saat ini telah masuk dalam skema sertifikasi CBIB (Cara Budidaya Ikan yang Baik, CPIB (Cara Penangkapan Ikan yang Baik) untuk hulu maupun SKP (Sertifikasi Kelayakan Pengolahan) dan HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) untuk hilir," ungkap Ishartini, dikutip Rabu (12/8).

Sehingga, lanjut Ishartini, otoritas kompeten di tempat atau negara tujuan ekspor mengakui kualitas dan memberikan approval masuk ke pasarnya. Untuk ekspor perdana ini akan menjadi batch pertama, dan pengiriman selanjutnya direncanakan meningkat menjadi 20 ton.

"Sudah dijadwalkan pada bulan depan (September 2026) menyusul produk dari ikan nila," sambung Ishartini. 

Sementara itu, Kepala UPT Badan Mutu KKP Bandung, Darwin Syah Putra menjelaskan, upaya peningkatan volume dan nilai ekspor olahan ikan dari Jawa Barat akan terus didorong, bahkan melalui program kampung budidaya tematik, dinilai bakal lebih siap lagi dalam menyokong produktivitas perikanan di hulu. 

"Salah satu caranya dengan mengarahkan Unit Pengolahan Ikan (UPI) pemegang sertifikasi mutu perikanan menjadi penampung produk UMKM perikanan di Jawa Barat. Sepanjang tahun 2025, ekspor perikanan dari Jawa Barat mencapai 1.800 ton dengan nilai mencapai Rp42 miliar," ujarnya. 

Darwin menambahkan jika kehadiran UPT Badan Mutu KKP di Jawa Barat mampu mengawal komoditas perikanan Jawa Barat lebih mendunia dengan komoditas unggulan seperti layur, cumi, tenggiri, sumpia udang, sotong, cunang, ikan nila, serta lele.

"Tujuan ekspornya ke Hongkong, Filipina, Kanada, Brunei, Jepang, Korea, Timor Leste, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia dan Tiongkok, lalu sekarang Taiwan," pungkasnya.

Related News