• 11 August 2026

Realisasi Bantuan Pemulihan Pertanian Aceh Sudah 48%

uploads/news/2026/08/realisasi-bantuan-pemulihan-pertanian-53675a18b13db86.jpeg

Jagad Tani - Pemulihan sektor pertanian dan perkebunan pascabencana yang terjadi di Aceh, akhir tahun 2025 lalu, tentunya harus menjadi perhatian semua pihak, agar sektor perkebunan dan pertanian masyarakat Bumi Serambi Mekkah ini bisa lekas pulih, serta normal kembali.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan), Moch. Arief Cahyono, total alokasi dukungan pemulihan sektor pertanian di Aceh mencapai Rp1,7 triliun, dari jumlah tersebut, Rp530 miliar disalurkan langsung ke daerah untuk optimalisasi lahan dan rehabilitasi sawah.

Baca juga: Manfaat Mengonsumsi Ikan Berlemak untuk Kesehatan Jantung

Sisa bantuannya, lanjut Arif, yang sebesar 1,2 Trilliun dikelola melalui satuan kerja (Satker) pusat dan balai di bawah Kementan, berupa alat mesin pertanian (alsintan), serta bibit padi, jagung, dan komoditas lainnya yang langsung disalurkan kepada petani di Aceh.

"Pelaksanaan program dari dana Rp530 miliar yang disalurkan langsung ke daerah, semestinya sudah rampung bulan Juni lalu. Namun, hingga kini baru terealisasi 48%. Perlu ada percepatan dari semua pihak karena saat ini sudah bulan Agustus," ungkapnya dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (11/8).

Ditambahkan bahwa, mengingat waktu tersisa tinggal 4 bulan untuk tahun 2026, anggaran yang masih tersisa sekitar 1,2 trilliun dengan serapan yang baru 25%, tentu harus segera selesaikan. Sebab, jika tidak terserap sampai akhir tahun, maka dana akan dikembalikan ke kas negara.

Keterlambatan ini menurutnya disebabkan oleh lambatnya usulan penetapan CPCL (calon petani calon lokasi). Sebab, tanpa CPCL lengkap, anggaran tidak bisa dicairkan, sehingga perlu ada percepatan dalam usulan dan kelengkapan administrasi agar bantuan bisa sampai ke petani yang terdampak bencana.

Selain itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama mitra kerja sudah mengalokasikan dana pribadi sekitar Rp40 miliar dan sudah disalurkan sebagai dana bantuan saat terjadinya bencana.

Sebelumnya, jelas Arief, Gubernur Aceh, Muzakir Manaf sempat berkunjung ke kediaman Amran di Jakarta pada Selasa, 4 Agustus 2026, dan menyampaikan  apresiasi atas dukungan pemulihan pascabencana sektor pertanian dan perkebunan di Aceh.

"Kehangatan pertemuan itu mencerminkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pak Menteri dan Pak Gubernur, dan menjadi modal penting untuk mempercepat pemulihan sektor pertanian di Aceh. Semangat percepatan ini semata-mata demi kepentingan rakyat Aceh," tukas Arief.

 

Related News