Lahan Tidur Disulap RT Jadi Peternakan Puyuh
Jagad Tani - Pemanfaatan lahan tidur untuk beternak puyuh dilakukan oleh pengurus RT 01, RW 10 di Kelurahan Sialangmunggu, Pekanbaru, Riau, untuk meningkatkan pendapatan RT dan ketahanan pangan masyarakat.
Semenjak terpilih pada akhir Maret lalu, pengurus RT langsung tancap gas melakukan terobosan. Layaknya badan usaha milik desa (BUMDes) atau badan usaha milik daerah (BUMD), pengurus mencari peluang bisnis demi sumber pendapatan RT, yang bisa dikelola untuk kegiatan masyarakat.
Baca juga: Minyak Akar Wangi, Komoditas Unggulan dari Garut
Dengan memanfaatkan lahan tidur seluas 30x50 meter, pengurus membuat kandang puyuh berkapasitas 2.000 ekor. Lahan ini dikelola melalui Program BAPAKU RT yang merupakan singkatan dari Bantuan Pangan, Kesejahteraan, Kesehatan dan UMKM.
Program tersebut, menurut Soleman selalu Ketua RT, disesuaikan dengan kondisi sosial budaya di lingkungan yang dihuni oleh ratusan kepala keluarga. Program ini dijalankan bersama pengurus, dan mengandeng warga dalam pengelolaan ternak puyuh.
Hasilnya, ternak yang semula diragukan itu kini mulai membuahkan hasil. Selama 3 bulan berjalan, ternak puyuh mulai memberikan dampak. "Alhamdulillah, kita mulai start bulan Maret lalu. Kita mulai saat kondisi sedang 'krisis'," ujar Soleman.
Krisis yang dimaksud adalah peluang ternak puyuh dimulai saat kondisi harga telur lagi anjlok. Sebab, saat itu harga telur anjlok hingga harga 28-30 ribu per papan di Pekanbaru. Akhirnya peluang itu terlihat, dengan tingginya permintaan di Pekanbaru untuk kebutuhan telur puyuh.
Setelah hampir 2 bulan bertahan dengan harga tak stabil, kini kelompok yang dibentuk itu pun mulai bangkit. Dari awal hanya 500 ekor, saat ini sudah mencapai 2.000 ekor puyuh petelur. "Alhamdulillah sekarang sudah ada sekitar 2.000 ekor. Dikelola oleh warga kita juga di sini," ucap Soleman.
Melalui ribuan populasi itu, Soleman optimis ternak puyuh bisa memberi tambahan penghasilan RT. Khususnya untuk kegiatan sosial di lingkungan RT Komplek Trans Jasa Industri. Bahkan, pihaknya kini juga mulai merambah ke sektor pertanian.
"Telur puyuh sekarang kita suplai ke UMKM sekitar. Ada juga kohe atau kotoran, setelah kami pelajari ini juga bisa menjadi peluang bisnis diolah jadi pupuk organik. Makanya ini kami sedang kembangkan tanam cabai," sambungnya.
Dalam pengelolaan ternak, Soleman telah membagi tugas dengan anak buah kandang (ABK), hingga distribusi hasil panen ke pelaku UMKM. "Untuk ABK kita manfaatkan warga sekitar, ada lansia juga. Kita ingin keberadaan dari ternak ini juga bisa memberi penghasilan tambahan selain manfaat sosial tadi," ucapnya.
Menjelang pelantikan pengurus RT pada 9 September mendatang, pihaknya mematangkan berbagai persiapan. Termasuk membuka peluang pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media tanam. "Saat ini pertanian kita buat pot dari galon isi ulang bekas. Ini memanfaatkan barang bekas agar lebih bermanfaat," tukasnya.

