• 6 August 2026

Panen di Sidrap Hasilkan 11,2 Ton Gabah/Hektare

uploads/news/2026/08/panen-di-sidrap-hasilkan-33329071d7338c3.jpeg

Jagad Tani - Pada gelaran panen perdana Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) di lahan seluas 100 hektare di Kelurahan Majjelling Wattang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (6/8) lampaui target produktivitas 10 ton per hektare.

Berdasarkan hasil ubinan, padi yang ditanam pada 30 April 2026 menggunakan varietas Inpari 48 dengan umur panen 98 hari setelah tanam benih langsung (tabela), menghasilkan 7,7 kilogram atau setara 11,2 ton gabah per hektare. 

Baca juga: Petani Panduani Kepulauan Yapen, Papua, Panen Padi

Panen perdana ini dinilai oleh Bupati Sidenreng Rappang Syaharuddin Alrif, sebagai tonggak penting penerapan PM-AAS di Kabupaten Sidrap, karena program ini mengedepankan penggunaan teknologi pertanian, mekanisasi alat dan mesin pertanian (alsintan), dan sistem budidaya modern.

Keberhasilan panen tersebut, menurutnya, jadi bukti bahwa pertanian modern mampu meningkatkan hasil produksi meski di tengah tantangan musim kemarau akibat El Nino, dan jadi kawasan percontohan PM-AAS seluas 100 hektare berhasil melampaui target produktivitas yang telah ditetapkan awal musim tanam.

"Target kita 10 ton per hektare. Alhamdulillah hasilnya mencapai 11 ton per hektare. Ini membuktikan pertanian modern yang menjadi pilot project di Sidrap berhasil melampaui target," terangnya.

Guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani sekaligus memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu sentra pangan nasional, Kementerian Pertanian memberi dukungan pengembangan PM-AAS seluas 10 ribu hektare di Sidrap lengkap dengan bantuan benih, pupuk urea, pupuk Phonska, dan pupuk organik.

Selain itu, Syaharuddin Alrif juga meminta pihak Bulog untuk menyerap gabah petani dengan harga yang layak, karena kualitas gabah Sidrap memiliki rendemen yang tinggi.

Sementara itu, Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Muhammad Taufiq Ratule, sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Sulawesi Selatan, mengatakan keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Dijelaskan bila penguatan sektor pertanian, dilakukan melalui optimasi lahan, cetak sawah baru, pompanisasi, penyediaan benih unggul, hingga rehabilitasi jaringan irigasi. Berbagai program tersebut mendorong peningkatan produksi pangan nasional lebih dari 13% pada tahun 2025.

Adapun untuk wilayah Sulawesi Selatan, jumlah produksi meningkat dari sekitar 4,8 juta ton menjadi 5,5 juta ton. Sementara produksi beras Kabupaten Sidrap naik dari sekitar 256 ribu ton pada 2024 menjadi lebih dari 270 ribu ton pada 2025.

Ke depan, program PM-AAS akan diperluas hingga 10 ribu hektare di Kabupaten Sidrap sebagai bagian dari upaya mendukung target produksi satu juta ton sekaligus memperkuat posisi daerah tersebut sebagai lumbung pangan nasional.

“Menteri Pertanian (Mentan) menyampaikan terima kasih kepada semua pihak," tukas Muhammad Taufiq Ratule. 

Related News