• 5 August 2026

Warga Lapas Kelas IIB Tabanan Produktif Beternak

uploads/news/2026/08/warga-lapas-kelas-iib-58939260c1f511f.jpg

Jagad Tani - Terbatasnya sarana di dalam Lapas bukanlah menjadi penghalang untuk tetap produktif, karena area brandgang (gang sempit) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan, dimanfaatkan oleh Warga Binaan sebagai tempat beternak ayam petelur. 

Menurut Prawira Hadiwidjojo, Kepala Lapas Tabanan, keterbatasan lahan bukanlah alasan untuk berhenti menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat bagi Warga Binaan. Melalui ruang pembinaan kemandirian, para Warga Binaan jadi memiliki keterampilan, yang juga mendukung ketahanan pangan internal.

Baca juga: Komoditas Nanas Madu Kutai Timur Digenjot Pengembangannya

"Lapas Tabanan memang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana, namun hal tersebut tidak menghalangi kami untuk terus berinovasi," ungkap Prawira sebagaimana tertera dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (5/8). 

Dilanjutkan bahwa lewat bekal pelatihan yang sudah diberikan, Warga Binaan akhirnya mulai mengelola wilayah peternakan yang telah berjalan sekitar delapan bulan. Meskipun pemanfaatannya berada di lahan yang terbatas, namun populasinya kini sudah ada sekitar 114 ekor ayam petelur, yang dipelihara secara rutin.

Dari jumlah tersebut, dijelaskan Prawira, ayam petelur itu sudah mampu menghasilkan rata-rata 90 butir telur per hari. Hasil panen ini, dimanfaatkan sebagai bahan baku kegiatan tata boga di program kegiatan kerja. Selain itu, telur-telurnya juga dipasarkan kepada para petugas Lapas.

"Peternakan ayam petelur menjadi salah satu bentuk pembinaan kemandirian yang tidak hanya membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis, tetapi juga mendukung ketahanan pangan internal," terangnya. 

Melalui program ini, Prawira berharap agar Warga Binaan memperoleh keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan pangan internal Lapas. 

"Kami ingin setiap potensi yang dimiliki dapat dimanfaatkan secara optimal demi menciptakan pembinaan yang semakin berkualitas," tukas Prawira.

Sementara itu, menurut Made, yang merupakan salah seorang Warga Binaan, turut mengaku bahwa selama mengikuti program peternakan tersebut, ia memperoleh banyak pengalaman.

"Saya belajar bagaimana merawat ayam petelur dengan baik agar menghasilkan telur yang berkualitas. Pengalaman ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang bisa saya kembangkan nanti setelah bebas, bahkan dimulai dari skala kecil di rumah," imbuhnya.

Related News