• 4 August 2026

Petani Panduani Kepulauan Yapen, Papua, Panen Padi

uploads/news/2026/08/petani-panduani-kepulauan-yapen--6056350d60e8b2a.jpeg

Jagad Tani - Kelompok Tani Sererumpi di Kampung Panduani, Distrik Kosiwo, Kabupaten Kepulauan Yapen, melakukan panen padi pada Senin (3/8). Padi-padi yang dipanen tersebut telah memasuki usia sekitar empat bulan sejak ditanam bulan Maret 2026 lalu.

Menurut Robby Yewen, selaku Ketua Kelompok Tani Sererumpi, disebutkan bahwa masa pembibitannya sendiri berlangsung selama satu bulan, kemudian dilanjutkan pada masa tanam selama tiga bulan hingga akhirnya memasuki waktu panen.

Baca juga: Harga Ayam di Kota Bandung Alami Kenaikan

Dilanjutkan oleh Robby, kelompok tani yang dipimpin olehnya itu mengelola tiga titik lahan sawah. Namun hasil panen belum selalu stabil karena dipengaruhi ketersediaan pupuk, obat-obatan pengendali hama, serta perawatan tanaman selama masa produksi.

“Kualitas hasil panen kadang meningkat, kadang juga menurun. Semua tergantung perawatan, ketersediaan pupuk, obat-obatan, dan kondisi tanaman,” ujar Robby dalam keterangan tertulis dikutip Selasa (4/8).

Pengembangan sektor pertanian di Kampung Panduani dinilai oleh Robby menjadi salah satu upaya dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung program nasional swasembada pangan.

Sementara itu, Jeffry Max Boy Manderi, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kepulauan Yapen, mengatakan bahwa lahan sawah yang dikelola Kelompok Tani Sererumpi memiliki luas sekitar tiga hektare dan telah masuk dalam kawasan Lahan Baku Sawah (LBS) berdasarkan data ATR/BPN.

"Hasil panen tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan beras bagi rumah tangga petani sekaligus mendorong petani lain untuk mengembangkan budidaya padi sebagai komoditas pangan utama masyarakat," terang Jeffry.

Dikatakan jika sejumlah tantangan yang masih dihadapi petani antara lain keterbatasan pupuk, kebutuhan pompanisasi dan jaringan irigasi, serta serangan hama yang semakin berisiko pada musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengupayakan bantuan berupa benih unggul, pupuk, obat-obatan, serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan produktivitas lahan pertanian.

"Kawasan Lahan Baku Sawah di Distrik Kosiwo mencapai sekitar 4,17 hektare. Selain itu, masyarakat juga mengembangkan lahan padi di Kampung Wabuwayar seluas sekitar 6,5 hektare, Kampung Waita seluas satu hektare, dan Kampung Sere-Sere sekitar tiga hektare," tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, pengembangan lahan pertanian tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung program nasional swasembada pangan, terutama untuk menjaga ketersediaan pangan daerah ketika terjadi dampak perubahan iklim.

Adapun Wakil Bupati Kepulauan Yapen, Roi Palunga, mengatakan panen yang dilakukan di areal persawahan seluas sekitar tiga hektare yang tersebar di tiga lokasi di Kampung Panduani ini menjadi penanda dimulainya panen di lokasi-lokasi lainnya.

"Harapannya, produktivitas pertanian di Kabupaten Kepulauan Yapen terus meningkat, sehingga mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, mendukung program swasembada pangan nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan para petani," tukasnya.

Related News