Sentra Industri Garam Rote Ndao Siap Beroperasi
Jagad Tani - Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, yang diproyeksikan sebagai sentra garam industri terbesar berbasis teknologi di Indonesia ini telah siap beroperasi, dan diyakini menjadi penggerak ekonomi pesisir, dalam mendukung target swasembada tahun 2027.
"K-SIGN diproyeksikan mampu meningkatkan produktivitas hingga 200 ton per hektare per tahun. Ini tidak hanya mendukung swasembada garam nasional, tetapi juga membuka lapangan kerja," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam keterangannya dikutip Senin (3/8).
Baca juga: Strategi Atasi Fluktuasi Harga Saat El-Nino, Disiapkan
Menurutnya, program yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) ini bisa bermanfaat dalam meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya industri hilir berbasis garam.
Pada saat ini, progres pembangunan K-SIGN Tahap I yang seluas 616 hektare telah rampung dan disiapkan untuk memasuki fase produksi. Sementara itu, pelaksanaan Tahap II tengah dipercepat, melalui proses pengadaan tanah seluas 751 hektare beserta pembangunan infrastruktur pendukung.
Jika seluruh tahapan K-SIGN ini selesai, maka luasan kawasan akan mencapai 1.367 hektare. Bahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan program peningkatan produksi garam nasional ini merupakan langkah yang sangat krusial bagi ketahanan pangan.
"Jika kita ingin mandiri, maka produksi harus diperkuat agar hasilnya dinikmati oleh masyarakat kita sendiri," ungkap Zulkifli Hasan. Ditambahkan, juga bila percepatan pembangunan kawasan akan terus di dorong, dan "Kita akan percepat," jelasnya.
Dilanjutkan oleh pria yang akrab disapa Zulhas ini bahwa potensi garam nasional harus dimanfaatkan secara optimal agar nilai tambahnya dapat dinikmati oleh masyarakat sendiri.
Selain fokus pada kawasan produksi, ekosistem pendukung yang terintegrasi dari hulu ke hilir bakal dibangun, mencakup pembangunan infrastruktur produksi, akses logistik, dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui pengembangan kampung nelayan yang dilengkapi cold storage, SPBU nelayan, koperasi, serta fasilitasi akses pembiayaan.

