Hasil Produksi Melimpah, Harga Tomat Jatuh
Jagad Tani - Melimpahnya hasil produksi tomat saat panen, membuat harga di tingkat petani jadi turun. Tentunya penyerapan hasil panen perlu dilakukan sebagai respons atas penurunan harga tomat yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
I Gusti Ketut Astawa, dari Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan, dukungan pemerintah setempat diperlukan agar penyerapan hasil panen bisa dilakukan lebih luas dan bisa memberi dampak nyata bagi petani.
Baca juga: Hino Luncurkan Bus untuk AKAP dan Pariwisata
“Minggu ini harga tomat petani sedang terkoreksi. Yang biasanya sekitar Rp 12.000, sekarang hampir Rp 1.000 sampai Rp 1.600 per kilogram. Karena itu kami punya program aksi bela beli tomat petani," ungkap Ketut dalam laporan tertulisnya dikutip Rabu (29/7).
Melalui program tersebut, dikatakan bila pegawai Bapanas dilibatkan untuk membeli tomat hasil panen petani asal Kabupaten Cianjur seharga Rp 6.500 per kilogram, yang diadakan di Kantor Badan Pangan Nasional, Jakarta, pada Senin (27/7) lalu.
Ia pun turut mengajak gubernur, bupati, maupun wali kota untuk menggerakkan dinas terkait agar ikut mendukung aksi tersebut. Sehingga petani bisa lebih tenang karena berbagai instansi hadir, ketika harga sedang turun.
Langkah ini menjadi upaya mempercepat penyerapan hasil panen saat produksi melimpah, dan menjaga keseimbangan harga di tingkat petani melalui perluasan akses pasar, termasuk penurunan harga yang terjadi pada petani di Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Sementara itu, Nana Ariatna, petani tomat asal Kabupaten Cianjur, mengaku program tersebut memberikan manfaat nyata bagi petani, terutama setelah menghadapi tantangan produksi akibat musim kemarau yang cukup panjang.
“Untuk petani sendiri ini sangat membantu. Kemarau yang cukup panjang membuat banyak tanaman tidak tumbuh optimal, bahkan ada yang panen tetapi tidak bisa menanam kembali,” jelasnya.
Nana mengatakan, kelompok tani yang diwakilinya memasok sekitar 3,3 ton tomat ke Jakarta dan 4 ton ke Bogor sebagai bagian dari upaya memperluas pemasaran hasil panen. Penurunan harga dinilai Nana, menjadi tantangan utama bagi petani, sehingga dukungan dalam membuka akses pasar sangat dibutuhkan.
“Kalau bisa kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan karena sangat membantu petani kecil. Kadang harga naik sangat tinggi, tetapi ketika turun juga langsung drastis. Dengan kondisi harga yang sekarang lebih baik, tentu sangat membantu kami para petani,” imbuhnya.

