Mahindra Siap Jawab Keterbatasan Tenaga Kerja Pertanian
Jagad Tani - Guna menghadapi tantangan keterbatasan tenaga kerja di sektor pertanian masa kini, Mahindra Farm Equipment (MFE) melalui RMA Indonesia meluncurkan traktor Mahindra OJA 3140 pada gelaran Inagritech 2026.
Menurut Toto Suharto, Country Manager RMA Indonesia, soal ketahanan pangan itu bukan hanya ditentukan oleh luasnya lahan pertanian, tetapi juga melalui kemampuan petani untuk menghasilkan panen secara maksimal dengan kerja yang lebih efisien, lewat mekanisasi alat pertanian.
Baca juga: Rehabilitasi Topang Produktivitas, 19,26% Mangrove Indonesia Kritis
“Ketahanan pangan tidak hanya butuh kerja keras, tetapi juga teknologi yang tepat. Kami percaya mekanisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas, (dan) efisiensi,” ungkap Toto saat peluncuran traktor Mahindra di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/7).
Adapun spesifikasinya meliputi mesin 29,5 kW (40 HP), transmisi synchro shuttle dengan 8 percepatan maju dan 8 percepatan mundur, sistem penggerak 4WD, dengan jarak titik terendah (ground clearance) 370 mm, dengan kapasitas angkat hingga 950 kg, yang diharapkan dapat mempermudah kebutuhan pengolahan lahan, penanaman, serta perawatan tanaman.
Unit ini juga dilengkapi implement rotavator Mahindra paddyvator V6 dengan lebar kerja 170 mm, sehingga memberikan tenaga, dan traksi, yang dibutuhkan untuk menghadapi berbagai kondisi lahan pertanian, baik di lahan basah maupun kering, dengan menawarkan efisiensi pemakaian bahan bakar.
Langkah ini dinilai jadi perjalanan awal pihaknya untuk mendukung modernisasi pertanian Indonesia, dan ke depan pihaknya masih akan terus menghadirkan inovasi, memperluas jaringan distribusi, dan memperkuat layanan purna jual agar petani mendapatkan solusi lapangan.
“Sebagai solusi mekanisasi modern bagi petani Indonesia. Traktor itu dirancang untuk petani skala kecil hingga menengah, OJA 3140 menawarkan kombinasi tenaga, efisiensi bahan bakar, kemudahan pengoperasian, keandalan, kemudahan perawatan. Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar relevan dengan kebutuhan petani Indonesia,” sambungnya.
Sementara itu, Sandy Nugraha selaku Sales Manager RMA Indonesia, menjelaskan bahwa OJA 3140 dirancang sebagai traktor ringan dengan bobot sekitar 1.400 kilogram, supaya unit ini dapat digunakan di lahan persawahan dengan kondisi tanah yang relatif dalam maupun petak sawah yang tidak terlalu besar.
"Sehingga dengan taste dari percepatan yang banyak ini (yakni transmisi synchro shuttle dengan 8 percepatan maju dan 8 percepatan mundur), aplikasi dari unit tersebut bisa lebih fleksibel, sesuai dengan kebutuhan para petani," tukas Sandy.

