Jagad Tani - Praktik korupsi anggaran pakan dan perawatan satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS), yang menyebabkan satwa kekurangan gizi hingga kematian, jadi alarm agar reformasi tata kelola lembaga konservasi mulai dibangun dengan sistem transparansi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Daniel Johan, anggota Komisi IV DPR RI. Menurutnya peristiwa yang memilukan tersebut harus dijadikan sebagai momentum untuk melakukan audit nasional terhadap tata kelola seluruh lembaga konservasi di Indonesia.
Baca juga: Budi Daya Lobster Batam Bernilai Ekonomi Tinggi
"Sistem transparansi anggaran konservasi berbasis kinerja (harus dibangun), sehingga belanja yang berkaitan dengan pakan satwa, layanan veteriner, pemeliharaan kandang, hingga program konservasi dapat diawasi secara lebih akuntabel," ujar Daniel dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Sebelumnya, pada Rabu (22/7) lalu, terungkap bahwa mantan Direktur Utama (Dirut) KBS, Choirul Anwar, melakukan korupsi dengan nilai Rp10,2 miliar, dan ditetapkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur (Jatim) sebagai tersangka.
Penyelewengan dana tersebut berimbas pada penderitaan satwa yang menyebabkan kekurangan gizi, akibatnya sejumlah satwa tampak menjadi semakin kurus hingga menyebabkan kematian.
“Perkara ini harus diusut secara tuntas karena menyangkut bukan hanya kerugian keuangan negara, tetapi juga menyentuh mandat negara dalam melindungi satwa dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” sambungnya
Menurut Daniel, korupsi pada lembaga konservasi sangatlah miris, karena hewan tidak bisa menyampaikan dampak yang mereka rasakan, dan negara memikul tanggung jawab untuk memastikan setiap anggaran konservasi benar-benar digunakan sesuai peruntukannya.
Lebih lanjut, peristiwa miris harus menjadi reformasi tata kelola dan audit, agar lembaga konservasi tidak hanya berfokus pada administrasi keuangan, tetapi juga mengukur mutu pakan, layanan kesehatan veteriner, dan standar kesejahteraan satwa.
“Reformasi tata kelola lembaga konservasi harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik dapat dipulihkan dan kesejahteraan satwa benar-benar terjamin,” tegasnya.

