• 26 July 2026

Menjaga Kualitas Air, di Kolam Budidaya Koi

uploads/news/2026/07/menjaga-kualitas-air-di-4859792061f1b8a.jpeg

Jagad Tani - Bagi seorang pembudidaya, merawat hewan ternak agar tetap tumbuh dan berkembang merupakan sebuah kewajiban agar usahanya bisa terus berkelanjutan. Begitu juga dalam menjaga kualitas air untuk budidaya Ikan Koi.

Menurut Dahlan, salah seorang penanggung jawab dari Yamagen Koi Farm, yang berlokasi di Ciseeng, Kabupaten Bogor, ada beberapa tips pembersihan yang sudah ia lakukan selama ini, baik di kolam indoor maupun outdoor.

Baca juga: Sepele Tapi Berguna, Buang Air Kolam Otomatis

"Kita di sini, untuk perawatan setiap dua hari hingga tiga hari sekali, (bak penyaringan air) itu wajib dibersihkan. Biar perkembangan ikannya cukup baik, terus kesehatannya pun terjaga," ungkapnya saat ditemui oleh tim Jagad Tani di lokasi budidaya, Rabu (22/7) lalu.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Dahlan, bila air yang menjadi sumber air untuk pembudidayaan Koi di tempatnya bekerja, TDS (Total Dissolved Solids atau Total Padatan Terlarut) harus selalu dijaga, agar ikan-ikan bisa hidup dengan baik. 

TDS sendiri merupakan jumlah total zat padat baik organik maupun anorganik seperti mineral, garam, logam, dan ion yang terlarut di dalam volume air. "Jadi, TDS itu semacam mineral, garam atau logam yang terlarut di dalam air, seperti sisa makanan-lah," jelas Dahlan.

Adapun untuk pola pengairannya, air dialirkan mulai dari pompa, setelah itu difilter di penyaring pertama (bak saringan pertama) yang berisi bebatuan halus, kemudian dilanjutkan ke penyaring kedua atau bak saringan kedua. 

"Sehabis penyaringan yang pertama, kita ada filter (penyaringan) yang kedua lagi, yang juga terdiri dari bebatuan lagi, fungsinya agar kotorannya biar lebih tersaring lagi (dan semakin bersih). Setelah itu, baru (air) masuk ke kolam," sambung Dahlan.

Pada saat pembersihan bak penyaring, kotoran yang menempel di filter penyaringan atau batu penyaring tersebut, akan disemprot sampai bersih, dan steril, sehingga bisa kualitas air dapat terus terjaga. 

"Jadi pada saat pengurasan, air yang ada di bak penyaringan akan tersedot duluan. Air yang kotor, yang TDS-nya kurang bagus, akan keluar otomatis, dan pada saat itulah kita semprot (untuk membersihkan kotoran yang menempel di penyaringnya)," lanjut Dahlan.

Sementara itu, untuk perawatan kolam outdoor yang merupakan kolam terbuka tanpa atap, biasanya Dahlan melakukan pengecekan sebanyak 2 kali sehari, yakni di pagi yakni pada pukul 05.30 WIB dan siang hari pukul 10.30 WIB.

"(Perawatannya) kita cek ketinggian air-nya, ada yang berkurang atau tidak, setelah itu, kita cek suhu air, pH air dan kita cek ikan-ikan (Koi) yang berenang itu seperti apa, dan itu dipantau terus setiap pagi dan menjelang siang," tukasnya.

Related News