• 26 July 2026

Petani Padi Kebumen Kembangkan Sentra Bawang Merah

uploads/news/2026/07/petani-padi-kebumen-kembangkan-48401fd56693bda.png

Jagad Tani - Kawasan pegunungan di Kabupaten Kebumen seperti Desa Tlogowulung, Kecamatan Alian yang selama ini mengandalkan tadah hujan, kini mulai dikembangkan menjadi sentra pertanian produktif untuk komoditas bawang merah.

Hal tersebut terbukti dalam acara panen raya bawang merah perdana yang dilaksanakan, pada Jumat 24 Juli 2026 lalu. Keberhasilan budidaya di lahan seluas 3 hektar yang tersebar di beberapa titik ini menjadi pencapaian tersendiri bagi warga setempat.

Baca juga: Ribuan Benih Ikan Ditebar di Teluk Kaja

Pasalnya, komoditas bawang merah dinilai mampu memberi hasil yang jauh lebih menguntungkan, jika dibandingkan dengan tanaman padi konvensional yang sebelumnya menjadi andalan warga dataran tinggi tersebut.

Menurut Turyono, selaku Kepala Desa Tlogowulung, terobosan menanam bawang merah ini berawal dari evaluasi terhadap efektivitas penanaman padi di wilayah pegunungan yang membutuhkan biaya pengolahan tanah tinggi setiap musimnya.

"Ini menjadi alternatif luar biasa untuk membantu dan meningkatkan ekonomi masyarakat pegunungan karena hasilnya jauh lebih menjanjikan dibanding padi," ungkapnya melalui keterangan tertulis, dikutip Minggu (27/7).

Selain itu, kendala ketersediaan air saat musim kemarau yang selama ini terjadi bisa sedikit ditanggulangi. Melalui program ketahanan pangan desa, pihaknya kemudian memberikan stimulan bantuan bibit kepada warga.

"Alhamdulillah dari 1 kilogram bibit bisa menghasilkan hingga 25 kilogram saat panen perdana. Saat ini sudah ada sekitar 61 petani yang menanam di lahan seluas kurang lebih 3 hektar," terang Turyono.

Dilanjutkan oleh Turyono, bahwa inovasi pendukung lain seperti pembuatan kolam penampungan air mini, serta pengembangan produk turunan sabut kelapa oleh warga setempat, juga difungsikan untuk memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Sementara itu, Lilis Nuryani, Bupati Kebumen, menjelaskan jika pengembangkan sektor pertanian, melalui hasil panen bawang merah ini menjadi bukti bahwa sinergi yang baik, mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

"Hari ini mungkin seumur hidup saya baru panen bawang merah, biasanya panen padi. Tapi sekarang panen bawang merah yang hasilnya menggembirakan, bagus, besar-besar, dan tentunya saya sangat bangga Desa Tlogowulung yang ada di pegunungan hasilnya memuaskan," ujar Lilis.

Lebih lanjut, Lilis menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung perekonomian di Kabupaten Kebumen, sehingga kendala infrastruktur di sektor ini harus dibantu, misalnya yang berkaitan dengan ketersediaan pasokan air.

"Tadi Bapak Kepala Desa menyampaikan kekurangan air. Tolong Kepala Dinas Pertanian dibantu dan difokuskan, karena ini bawang merahnya bagus," tukasnya.

Ditambahkan pula jika pihaknya akan terus hadir dalam mendukung kemajuan sektor pertanian melalui pembangunan infrastruktur, layanan penyuluhan, hingga akses permodalan.

Dengan capaian produktivitas yang tinggi, program pengembangan bawang merah di Tlogowulung diharapkan tidak hanya menyejahterakan petani setempat, tetapi juga mampu menginspirasi desa-desa pegunungan lainnya di Kecamatan Alian untuk mengoptimalkan potensi lokal.

Related News