• 26 July 2026

Lumba-Lumba Hidung Botol Terdampar di Kalimantan

uploads/news/2026/07/lumba-lumba-hidung-botol-terdampar-21362f4fc000fd8.jpg

Jagad Tani - Baru-baru ini bangkai lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik (Tursiops aduncus) ditemukan hanyut di perairan Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebelumnya, laporan mengenai penemuan bangkai lumba-lumba diterima oleh Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Pontianak dari masyarakat Desa Rempanga.

Baca juga: Ribuan Benih Ikan Ditebar di Teluk Kaja

"Kami mengapresiasi peran aktif masyarakat yang segera melaporkan kejadian ini sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan baik," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Minggu (27/7).

Respons cepat pada setiap kejadian mamalia laut terdampar tersebut, dinilai merupakan bagian penting dari upaya konservasi, sekaligus memperkuat data ilmiah dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan.

"Selain sebagai bentuk perlindungan terhadap satwa dilindungi, penanganan ini juga memberikan data ilmiah yang penting untuk mendukung pengelolaan dan konservasi mamalia laut di Indonesia," sambungnya.

Setelah menerima informasi tersebut, tim segera berkoordinasi dengan pihak desa dan masyarakat setempat, guna melakukan pencarian menggunakan perahu, dengan menyusuri perairan sekitar Jembatan Kutai Kartanegara, Pulau Kumala, hingga wilayah hilir sungai.

Akhirnya, bangkai lumba-lumba berhasil ditemukan di arah hilir Jembatan Kutai Kartanegara dalam kondisi sudah membusuk. Berdasarkan identifikasi awal, lumba-lumba hidung botol Indo-Pasifik tersebut berjenis kelamin jantan dengan panjang tubuh sekitar 223 sentimeter.

Sementara itu, menurut Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, tim segera melakukan identifikasi, dokumentasi, serta pengambilan sampel jaringan kulit untuk mendukung analisis DNA sebagai bagian dari penguatan data ilmiah.

Terkait sampel jaringan kulit, selanjutnya bakal diserahkan kepada Yayasan Konservasi RASI, guna mendukung proses penyimpanan dan analisis DNA untuk mengonfirmasi spesies, sekaligus melengkapi informasi genetik si mamalia laut.

Adapun seluruh rangkaian penanganan, berlangsung dengan dukungan penuh dari masyarakat, yang turut membantu sejak penyampaian laporan awal, proses pencarian, hingga penanganan akhir bangkai satwa.

"Setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai, bangkai lumba-lumba ditangani melalui penguburan sesuai prosedur penanganan mamalia laut terdampar," tukas Syarif.  

Related News