Letupan Gas, Ikan Danau Batur Mati Massal
Jagad Tani – Baru-baru ini terjadi fenomena letupan gas yang menyebabkan kematian massal pada ikan-ikan di Danau Batur, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, termasuk ikan-ikan hasil budiddaya.
Melansir dari Antara pada Sabtu (25/7), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (KPP) Bangli, Wayan Sarma, turut menyoroti fenomena ini. Karena setidaknya sejak awal pekan, sudah ada ribuan ikan jenis nila yang mati, termasuk yang dibudidayakan petani.
Baca juga: Pantauan Harga Bawang Putih Pasar Kramat Jati
“Untuk angka jumlah ikan yang mati belum kami keluarkan karena semburan belerang masih belum berhenti betul,” ungkap Sarma.
Fenomena ini menurut Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disebabkan oleh dinamika limnologi dan hidrotermal alami.
Lana Saria selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM mengkonfirmasi jika fenomena letupan atau semburan gas ini bukanlah indikasi akan terjadi erupsi di Gunung Batur, sebuah gunung berapi yang memiliki ketinggian sekitar 1.717 meter di atas permukaan laut (MDPL) di Pulau Dewata.
Berdasarkan analisis Badan Geologi, pada kondisi tertentu, dinamika alami yang terjadi di dalam kaldera Gunung Batur ketika terjadi percampuran massa air (overturn/upwelling), sehingga air di lapisan dasar danau yang minim oksigen, mengandung gas terlarut, seperti hidrogen sulfida (H2S), dab dapat terangkat ke permukaan.
Menurut Lana, pelepasan gas tersebut, dapat menimbulkan bau belerang dan penurunan kadar oksigen terlarut di perairan ini berpotensi menyebabkan kematian ikan secara massal. Terkait aktivitas vulkanik, fenomena ini dinilai bukan merupakan indikasi akan terjadinya erupsi Gunung Batur.
Hingga saat ini, tidak teramati adanya peningkatan kegempaan vulkanik dan tingkat aktivitas Gunung Batur masih berada pada Level I (Normal). Bahkan dari Badan Geologi turut mengimbau agar masyarakat dan wisatawan agar tidak beraktivitas di kawasan kawah Gunung Batur, dan selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi.

