• 21 July 2026

Tips Mengendalikan Ulat Grayak Pada Tanaman Pertanian

uploads/news/2026/07/tips-mengendalikan-ulat-grayak-501897ddb8757fc.jpg

Jagad Tani - Bagi petani, keberadaan ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu tanda bahaya buat lahan pertaniannya, karena bisa menyerang dedaunan pada tanaman, yang berakibat pada kegagalan panen.

Tentunya sektor pertanian pada tanaman, jagung, padi, kedelai, kacang hijau, dan banyak tanaman lainnya, menjadi sasaran empuk bagi ulat grayak ini, dan biasanya penyerangan dilakukan oleh ulat grayal pada malam hari.

Baca juga: Tips Bedakan Jenis Kelamin Ikan Pari Hias

Melalui jurnal yang berjudul "Pengendalian Hama Ulat Grayak (Spodoptera Litura F.) Pada Beberapa Varietas Padi (Oryza Sativa L.) di Cikaum Subang Jawa Barat" dituliskan bila di siang hari, biasanya larva ulat grayak akan bersembunyi di pangkal tanaman, dalam tanah ataupun di tempat-tempat tersembunyi.

Ulat-ulat tersebut, memakan helai daun, mulai dari ujung daun, hingga tulang daun utama, dan akan menyebabkan daun yang ditinggalkan hanya bersisa tulang daun. Sedangkan tanaman yang telah membentuk malai, biasanya akan ulat daun akan memotong tangkai malai, bahkan menyerang padi yang mulai menguning.

Begitu pula yang terjadi pada batang padi yang mulai menguning, itu akan menyebabkan padinya membusuk dan perlahan-lahan mati, sehingga berakibat pada kegagalan panen. 

Adapun gejala penyerangannya dapat dilihat dari tanda-tanda pada tanaman seperti, daun yang tampak keputihan, selain itu daun-daun menjadi habis karena dimakan hingga menyisakan tulangan daun, serta polong muda ikut rusak.

Sementara itu, untuk mengendalikan populasi dari ulat grayak bisa melakukan hal-hal berikut, mulai dari melakukan penanaman serempak guna mengurangi penyebaran ulat, pemusnahan telur agar bisa mencegah penamabahan populasi sejak dini.

Selain itu, bisa juga dilakukan dengan pengolahan tanah untuk membunuh larva dan kepompong, pergiliran penanaman supaya bisa memutus siklus hidup hama, bisa juga dengan memanfaatkan predator alami.

Bukan cuma pemanfaat predator alami saja, memanfaatkan entomopatogen (mikroorganisme yang bersifat parasit sehingga menyebakan kematian pada hama dan serangga). Misalnya jamur (cendawan), bakteri, virus dan nematoda (cacing mikroskopis) yang bisa menjadi bioinsektisida alami, namun aman bagi manusia dan lingkungan.

Related News