Ampas Kopi Gayo Berpotensi Jadi Kemasan Pangan
Jagad Tani - Limbah ampas kopi memiliki potensi sebagai bahan baku kemasan pangan ramah lingkungan, hal ini dijelaskan oleh Haya Fathana dari Postdoctoral Pusat Riset Kimia Molekuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam pemaparannya yang berjudul "Kajian Fisikokimia Film Komposit Kitosan Berbasis Limbah Ampas Kopi Gayo dan Aplikasinya", dijelaskan jika plastik yang masih dominan digunakan di industri pangan, bisa menimbulkan masalah lingkungan karena sulit terurai.
Baca juga: Harga Sejumlah Komoditas Pangan, Kompak Naik
Lebih lanjut diterangkan bahwa pemanfaatkan ampas kopi Gayo, kaya kaya kandungan selulosa, hemiselulosa, lignin, serta polifenol, untuk meningkatkan kekuatan mekanik, stabilitas termal, sifat hidrofobik, dan aktivitas antioksidan material komposit.
Melalui penelitian tersebut, Haya juga menambahkan nanopartikel ZnO guna meningkatkan sifat antimikroba, perlindungan UV, serta kinerja mekanik film.
“Hasil penelitian menunjukkan bahwa film komposit yang dikembangkan berhasil terbentuk secara utuh dan fleksibel. Penambahan ampas kopi Gayo menghasilkan perubahan warna kecokelatan sebagai indikasi keberadaan partikel lignoselulosa," ungkap Haya dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (19/7).
Sedangkan untuk penambahan ZnO, menurutnya, tetap menghasilkan film yang homogen tanpa retakan, sehingga layak untuk karakterisasi lebih lanjut.
Karakterisasi material ini, dinilai mampu memperlihatkan adanya interaksi antarmolekul antara kitosan, komponen lignoselulosa dari ampas kopi, dan nanopartikel ZnO. Di mana kombinasi ini bisa meningkatkan kekuatan mekanik, dan memperbaiki sifat hidrofobik.
Selain itu, kombinasi di atas juga mampu mengurangi permeabilitas uap air, serta bisa meningkatkan kemampuan film dalam menghalangi radiasi ultraviolet dibandingkan dengan film kitosan murni.
“Selain memiliki sifat fisik yang lebih baik, film komposit tersebut juga menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli,” paparnya.
Bukan cuma itu, kombinasi dari limbah ampas kopi Gayo dan ZnO ini, menghasilkan efektivitas penghambatan mikroba yang paling tinggi, sehingga berpotensi mendukung pengembangan kemasan pangan aktif (active packaging), dan berpeluang memberi nilai tambah ekonomi.
“Penelitian ini juga membuka peluang pemanfaatan biomaterial lokal dengan sifat mekanik, penghalang, perlindungan UV, dan antibakteri yang lebih baik. Hal ini untuk mendukung inovasi kemasan pangan masa depan,” tukasnya.

