• 16 July 2026

Catat, Segini Harga Ikan Pari Hias Impor

uploads/news/2026/07/catat-segini-harga-ikan-381433e5386244b.jpeg

Jagad Tani - Bagi para penghobi ikan, terutama ikan hias, tentu tidak ada salahnya jika mencoba peruntungan dengan membudidayakan ikan pari (Potamotrygonidae) air tawar yang mayoritasnya merupakan ikan hias hasil impor dari Thailand.

Ikan yang habitat aslinya berasal dari Sungai Amazon, Brazil ini, ternyata di Indonesia pun sudah memiliki banyak peminat, bahkan bernilai jual tinggi, sehingga bisa menjadi ceruk pasar baru bagi yang ingin memulai peruntungan usaha atau cuma sekadar hobi.

Baca juga: Cara Mempercepat Produktivitas Breeding Ikan Pari Amazon

Menurut Jimmy Leonardi Lim, selaku owner dari Mediterania Aquatic, yang beralamatkan di Serpong Utara, Tangerang Selatan, sebenarnya harga dari ikan pari hias ini bermacam-macam, mulai dari jutaan hingga puluhan juta.

"Untuk harganya mulai dari yang paling ekonomis itu dari jenis Motoro, yang warnanya cokelat. Cocok untuk pemula awal atau yang mau mengetes air, itu dimulai Rp1 juta-an sampai Rp1,5 juta. Tapi tergantung corak, kalau coraknya bagus bisa di atas Rp2 juta juga," ucapnya.

Sementara itu, untuk jenis yang paling mahal harganya di Indonesia ada pada jenis Super White, Jimmy mengatakan, range harga dari jenis pari hias ini mencapai Rp80 juta hingga Rp90 juta per ekor. 

"Di atas itu, ada sekarang label baru lagi ikan (pari hias) dari Taiwan namanya, BD God (Black Diamond God). BD Dewa, itu saya dengar rumor (harga)nya sampai Rp300 juta (per ekor)," ungkapnya kepada Jagad Tani.

"(Kalau yang) paling mahal (di farm) kita, (ada) di range harga Rp25 juta-an, dengan jenis Super White (SW) dan juga Super White Cross (SWC) yang albino," tambah Jimmy.

Lebih lanjut, jenis Motoro Hybrid range harga jualnya Rp10 juta per ekor, sedangkan jenis Black Diamond untuk calon indukan usia 2,5 tahun, dijual dengan harga Rp15 juta per ekor dan masih bisa dinego.

Adapun harga dari jenis Snow Albino Rp4,5 juta per ekor, sedangkan untuk jenis Pearl Albino spesial yang berekor buntung harga jualnya Rp7 juta per ekor, dengan usia sekitar 6-7 bulan.

"Ikan-ikan ini (sebelum dikirim ke pelanggan, sebaiknya) dipuasakan (terlebih dahulu), kita puasakan (ikan parinya) sesuai dengan ukuran dan jarak (pengiriman)nya," tukas Jimmy.

Memuasakan ikan sebelum pengiriman, menjadi poin penting supaya si ikan tidak mati, menurut Food and Agriculture Organization (FAO), ikan sebaiknya dipuasakan 24 sampai 48 jam sebelum dikirim untuk menurunkan metabolisme. Sebab, ikan yang perutnya kosong, akan menghasilkan jumlah amonia dan kotoran yang lebih sedikit selama perjalanan.

Sebagaimana dijelaskan dalam panduan transportasi ikan hidup oleh FAO, amonia inilah yang akan jadi racun dalam air, saat suhu dan pH air naik selama pengiriman. Bila suhu 20°C dengan pH 7, maka hanya ada sekitar 0,4% amonia yang berbentuk racun. Akan tetapi, jika berada di suhu 30°C dengan pH 9, tentu jumlah amoniak-nya bisa melonjak hingga 44,6%.

 

Related News