Pantauan Harga Beras Premium Bulan Juli 2026
Jagad Tani - Memasuki pekan kedua bulan juli 2026, kenaikan harga beras premium terpantau di sejumlah titik di kawasan Jabodetabek, termasuk di Tangerang Selatan.
Melalui data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Selasa (14/7) siang, harga eceran tertinggi (HET) beras premium berada di harga Rp14.900 per kg untuk Region A (Jawa, Sulawesi, Sumsel, Lampung, Bali, dan NTB).
Baca juga: Beras Hingga Minyak Goreng Alami Lonjakan Harga
Namun dalam pantauan lapangan tim Jagad Tani, sejumlah harga beras premium di beberapa lokasi, seperti di Harmony Swalayan Ceger, harga beras Topi Koki Long Grain dan Topi Koki Long Grain Cystal, terpantau dikisaran harga Rp106.900 untuk kemasan 5 kg, berarti harga per kilogramnya mencapai Rp21.380 di atas HET.
Untuk harga beras Topi Koki Setra Royale kemasan 5 kg, Rp92.500 (per kg masih di atas HET, yakni Rp18.500), beras Hok-1 Gohan kemasan 5 kg Rp98.200 (hitungan per kg berarti Rp19.640), sedangkan beras PD Lee Beras Setra Ramos kemasan 5 kg yakni Rp74.500 (masih berada di harga HET, yakni Rp14.900 per kg).
Di Lotte Bintaro, harga beras Anak Raja Beras Pulen Wangi kemasan 5 kg Rp99.500 (hitungan per kg-nya berarti Rp19.900), Topi Koki Short Grain Heritage kemasan 5 kg Rp138.000 (berada di kisaran harga Rp27.600 per kg), dan untuk Raja Platinum Beras kemasan 5 kg terpantau kosong.
Sementara itu, untuk harga beras premium di Toko Beras Harum Jaya yang berada di Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, harga beras eceran Pandan Wangi berada di kisaran harga Rp17.000 per kg.
Sedangkan untuk beras-beras kualitas medium yang ada di Agen Beras Dahlan, yang berada di Pondok Betung, terpantau masih berada di bawah HET SP2KP Region A, misalkan beras Idola dan Rojo Lele harganya masih cukup terjangkau, dan secara berurutan, harganya tercatat sekitar Rp11.000 per kg, dan Rp11.500 per kg.
Melalui pantauan harga melalui Series Perkembangan Harga Nasional Tertimbang (HNT) SP2KP, dalam rentang waktu satu bulan terakhir grafik harga beras premium bergerak naik, jika pada 15 Juni lalu harga HNT-nya Rp15.465 per kg, maka pada 14 Juli, harga HNT-nya sudah mencapai Rp15.523 per kg.
Bahkan Amalia Adininggar Widyasanti, selaku Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Senin (13/7) lalu, menyatakan bahwa beras menjadi salah satu komoditas yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah karena lonjakan harganya, termasuk saat memasuki pekan kedua di bulan juli 2026 ini.
Adapun I Gusti Ketut Astawa, selaku Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), menyebutkan bila kenaikan harga beras saat ini tak lepas dari harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani yang sedang tinggi. Saat ini, rata-rata harga GKP berada di level Rp7.000-7.500 per kg. Sehingga harga beras di pasar cukup sulit ditekan jika harga GKP tingkat petani berada di atas HET, yakni di angka Rp6.500 per kg.
Kenaikan ini bukan hanya terjadi di Indonesia saja, mengutip dari laporan Bloomberg, yang terbit pada Minggu (30/5) lalu, Harga beras putih Thailand, yang merupakan patokan Asia, melonjak 20% pada bulan Mei, dan menjadi kenaikan terbesar dalam satu bulan sejak data mulai dicatat tahun 2008.
Bahkan menurut Bin Hui Ong, analis dari BMI Country Risk And Industry Research (unit Fitch Solutions) menyatakan jika harga akan terus cenderung naik. Peristiwa El Nino yang diperkirakan akan terjadi, tentunya dapat membuat cuaca lebih panas dan kering bagi sebagian wilayah Asia memberikan potensi kenaikan lebih lanjut pada komoditas beras.

