• 10 July 2026

Hambatan Regulasi Ekspor Ikan Hias Indonesia Dikroscek

uploads/news/2026/07/hambatan-regulasi-ekspor-ikan-32443da573c3790.jpeg

Jagad Tani - Pemetaan potensi industri, sekaligus hambatan regulasi ekspor ikan hias lokal ke pasar global melalui Aquazone Indonesia yang berada di Bandung, menjadi salah satu cara melihat jalannya industri ikan hias.

Abdul Kadir Karding, selaku Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), bahkan melakukan kunjungan kerja ke lokasi tersebut, pada 8 Juli 2026 lalu guna mengawal standar kualitas dan kelancaran logistik apa yang dilakukan untuk menembus pasar global.

Baca juga: Harga Jatuh, Peternak Solo Raya Gelar Aksi

Bahkan Aquazone dinilai merupakan salah satu pusat budidaya ikan hias air tawar terbesar di Indonesia, karena mampu mengelola hingga 10.000 Aquarium dari sekitar 1.000 spesies.

"Untuk bersaing di kancah internasional, diperlukan sinergi yang kuat antara pelaku usaha besar dan para mitra pembudidaya lokal. Peningkatan standar mutu produk secara menyeluruh menjadi kunci utama agar komoditas ikan hias kita memiliki daya tawar yang tinggi dan konsisten di pasar global," jelasnya.

Kunjungan itu menurutnya bertujuan untuk melihat tantangan apa saja yang dihadapi, mulai dari ketatnya regulasi, hingga bagaimana cara memenuhi kebijakan dari negara tujuan pasar, seperti Amerika Serikat dan Meksiko, khususnya terhadap komoditas ikan Koi dan Koki. 

"Kami mendengar keluhan pelaku usaha mengenai tantangan komunikasi dan regulasi ketat di negara tujuan pasar, khususnya untuk komoditas populer seperti Koi dan Koki," terangnya.

Hambatan komunikasi dan proteksionisme ini kerap menjadi ganjalan bagi kelancaran arus ekspor produk akuatik nasional. "Hambatan khusus seperti adanya resistensi aturan ikan air tawar di Meksiko dan Amerika akan menjadi prioritas yang kami pelajari," jelas Karding.

Langkah strategis terdekat, yakni mencakup karakteristik pasar global serta fasilitasi negosiasi antarnegara guna mengatasi hambatan tarif maupun nontarif.

"Sinergi ini diharapkan dapat membuka jalan keluar bagi para pembudidaya, sekaligus memastikan ikan hias hasil produksi lokal mampu merajai pasar internasional secara berkelanjutan," tukasnya.

Related News