• 6 July 2026

Lima Orangutan Berhasil Dilepasliarkan ke TNBK

uploads/news/2026/07/lima-orangutan-berhasil-dilepasliarkan-71042c5b662152c.jpg

Jagad Tani - Beberapa waktu lalu ada sebanyak lima individu orangutan yang dilepaskan kembali ke habitat alaminya di Sub-DAS Mendalam, Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar).

Hal tersebut dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS), serta Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS/SOC) untuk melestarikan satwa liar dilindungi.

Baca juga: Sentra IKM Olahan Pisang Manggarai Timur Dikembangkan

Kegiatan pelepasliaran ini dilakukan pada tanggal 30 Juni 2026 lalu, dan terdiri dari satu jantan dan empat betina orangutan hasil rehabilitasi yang diberi nama Benazir (14 tahun), Jamilah (25 tahun) beserta anaknya Ulin (1 tahun), dan Sinta (13 tahun) beserta anaknya Sabine (2 tahun).

Kelimanya dinyatakan telah siap secara fisik maupun perilaku, setelah melewati proses rehabilitasi intensif di Sekolah Hutan Jerora serta pemeriksaan medis dan karantina pra-pelepasliaran selama satu bulan.

Pelepasliaran Orangutan kali ini merupakan yang ke-18, sejak dimulainya kerja sama dari tahun 2017 hingga Desember 2025. Total sudah ada 39 individu orangutan (37 hasil rehabilitasi dan 2 hasil translokasi) yang dilepasliarkan di kawasan TNBK, terdiri dari subspesies Pongo pygmaeus pygmaeus dan Pongo pygmaeus wurmbii.

Selain itu, persiapan keberangkatan juga dirancang secara matang guna meminimalkan stres pada satwa. Proses pengangkutan menempuh perjalanan darat dan air dari Sintang menuju Putussibau hingga ke stasiun pelepasliaran dengan total waktu sekitar 10–12 jam.

Bahkan sebelum dilepaskan secara penuh, Orangutan diistirahatkan di kandang habituasi terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi fisik dan psikologis mereka pasca transportasi.

Pemilihan Sub-DAS Mendalam di TNBK, sebagai lokasi pelepasliaran berdasarkan kajian ekologi, dinilai karena ketersediaan vegetasi pakan Orangutan yang melimpah (mencapai 52% dari total jenis flora yang ditemukan) serta daya dukung habitat yang memadai.

Selain itu, upaya pemulihan populasi orangutan di habitat alaminya juga sejalan dengan agenda FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan fungsi kawasan hutan sebagai penyerap karbon, penjaga keanekaragaman hayati, dan penyangga ekosistem.

Pasca-pelepasliaran, tim Monitoring yang terdiri dari 8 hingga 12 personel akan melakukan pemantauan intensif menggunakan metode nest-to-nest (mengikuti Orangutan dari bangun tidur di pagi hari hingga kembali membuat sarang di sore hari) selama maksimal 3 bulan.

Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kelima Orangutan mampu beradaptasi, mencari pakan alami, hidup mandiri, dan bertahan hidup di alam liar tanpa ketergantungan pada manusia.

Menurut Kepala Balai Besar TNBK dan Danau Sentarum, Titik Wurdiningsih, dengan adanya pelepasliaran Orangutan ke depan di TNBK, kelestarian dari keberadaan Orangutan tetap terjaga sehingga anak cucu masih bisa melihat di alam ke depan.

“Camp mentibat, Resor PTN Nanga Hovat diharapkan ke depan dapat dikembangkan sebagai pusat riset dan pusat edukasi khususnya terkait Orangutan. Begitupula dengan keindahan alam menuju lokasi pelepasliaran dapat dikembangkan untuk atraksi wisata alam arung jeram” jelas Titik Wurdingsih.

?Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane menyampaikan jika keberhasilan pelepasliaran tahap ke-18 ini merupakan buah dari konsistensi dan dedikasi panjang dalam proses rehabilitasi satwa.

Murlan menekankan bahwa kembalinya lima individu orangutan ini ke habitat alaminya di TNBK bukan sekadar akhir dari masa rehabilitasi, melainkan sebuah awal baru bagi penguatan populasi orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) di alam liar.

"Sinergi dan kolaborasi multipihak seperti ini (semoga) dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dalam hal pelepasliaran, tetapi juga dalam memperketat perlindungan habitat dan gencar memberikan edukasi kepada masyarakat," tukasnya.

Related News