Sentra IKM Olahan Pisang Manggarai Timur Dikembangkan
Jagad Tani - Sentra industri kecil dan menengah (IKM) seperti Olahan Pisang serta Sentra IKM Tenun di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, tengah disiapkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, pengembangan sentra IKM merupakan bagian dari strategi memperkuat industri nasional dari daerah. Sentra IKM ini diharapkan jadi pusat produksi, inovasi, dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang berdaya saing.
Baca juga: Harga Telur Anjlok, Peternak Ayam Kudus Terdampak
"Kementerian Perindustrian terus mengajak pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi sentra IKM yang dimiliki sehingga pembinaan industri dapat dilakukan secara lebih efektif," ungkap Agus sebagaimana dikutip dalam keterangannya, Minggu (5/7).
Sebelumnya, Kabupaten Manggarai Timur menjadi salah satu daerah yang memperoleh dukungan pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Perindustrian pada tahun 2022.
Pemilihan daerah ini dikarenakan memiliki potensi besar dalam pengembangan industri pangan berbasis pisang yang dapat diolah menjadi berbagai produk, seperti keripik, sale, tepung pisang, puree, bolu, cookies, hingga oleh-oleh.
"Pengembangan Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur merupakan bentuk komitmen dalam mempercepat hilirisasi komoditas unggulan daerah seperti pisang, jagung, singkong, sorgum, dan berbagai komoditas lokal lainnya," ungkapnya.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa kebijakan ini menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
Adapun kebijakan tersebut dinilai sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal guna meningkatkan penguatan produksi pangan lokal, serta pengembangan industri pengolahan skala kecil dan menengah.
"Kita perlu membangun produk antara atau intermediate product sedekat mungkin dengan sentra bahan baku agar nilai tambah dinikmati oleh masyarakat dan pelaku usaha di daerah," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, berbagai fasilitas pendukung di Sentra IKM Olahan Pisang di Kabupaten Manggarai Timur telah dibangun, mulai dari gedung produksi, gedung pengemasan, gudang, gedung promosi, hingga penyediaan mesin dan peralatan produksi.
"Fasilitas yang telah dibangun ini harus menjadi pusat produksi, pusat pembelajaran, pusat promosi, sekaligus pusat kolaborasi bagi para pelaku IKM olahan pangan di Manggarai Timur," ujar Reni.
Menurutnya, selain pembangunan fisik, di sentra IKM Olahan Pisang ini juga memperoleh dukungan DAK Nonfisik untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kewirausahaan, teknik produksi, pengembangan produk, sertifikasi mutu, serta peningkatan kemampuan pengelolaan sentra.
Sedangkan, Yedi Sabaryadi selaku Sekretaris Direktorat Jenderal IKMA, menegaskan bahwa selain Sentra IKM Olahan Pisang, Kabupaten Manggarai Timur juga telah memperoleh dukungan pengembangan Sentra IKM Tenun melalui skema Dana Alokasi Khusus pada tahun 2016, 2017, dan 2018.
Yedi menilai industri tenun memiliki prospek yang besar karena tidak hanya menjadi bagian dari kekayaan budaya nasional, tetapi juga memiliki peluang pasar. Oleh karena itu, inovasi produk perlu dioptimalkan tanpa menghilangkan nilai-nilai tradisi yang menjadi identitas daerah.
"Inovasi bukan berarti meninggalkan tradisi, tetapi justru menjadi cara untuk menjaga agar warisan budaya tetap hidup, diterima generasi muda, dan mampu menembus pasar yang lebih luas," pungkasnya.

