• 2 July 2026

Ternak Bebek Lapas Pekalongan Hasilkan 80 Telur/Hari

uploads/news/2026/07/ternak-bebek-lapas-pekalongan-2396082833bd6dc.jpeg

Jagad Tani - Pengembangan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan, Jawa Tengah, masih terus dilakukan salah satunya melalui budidaya bebek petelur.

Untuk program ini sendiri, menurut Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Pekalongan, yakni Arif Hermawan, bahwasanya program sudah mulai dijalankan sejak Mei 2026, dan menunjukkan hasil menggembirakan dengan tingkat produksi telur mencapai sekitar 80%.

Baca juga: Pepaya California, Disangka Impor Padahal Asal Bogor

Selain itu, ia juga mengungkapkan bila pada saat ini sudah terdapat sekitar 99 ekor bebek petelur yang dikelola oleh warga binaan. Dari jumlah tersebut, rata-rata mampu menghasilkan sekitar 80 butir telur setiap hari.

"Budidaya bebek petelur tidak hanya menjadi sarana produktif, tetapi juga memberikan keterampilan beternak yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat," ucapnya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (02/07).

Lebih lanjut, Arif menyebutkan bahwa untuk saat ini, hasil panen telur dimanfaatkan sebagai pendukung bagi kebutuhan dapur Lapas sehingga turut berkontribusi dalam pemenuhan pangan warga binaan.

Bahkan telur bebek ini juga dijual dengan harga Rp2.500,00 per butir, dan pihak Lapas juga mulai mengembangkan inovasi pengolahan telur asin guna meningkatkan nilai tambah hasil budidaya.

Arif turut berharap agar kedepannya pihak Lapas Kelas IIA Pekalongan bisa menambah jumlah hewan ternanya, selain itu, ia memang telah berencana untuk menambah jumlah ternak seiring masih tersedianya kapasitas kandang.

“Program ini menjadi bagian dari upaya pembinaan kemandirian warga binaan agar memiliki keterampilan dan pengalaman kerja yang bermanfaat saat kembali ke tengah masyarakat,” pungkasnya.

Related News