• 27 June 2026

Nilai Ekspor Olahan Ikan ke Arab Saudi Diproyeksikan Tumbuh 5-7%

uploads/news/2026/06/nilai-ekspor-olahan-ikan-9711697b333ef9c.jpg

Jagad Tani - Penjajakan bisnis (business matching) yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia, JAFPA, dengan buyer Arab Saudi, Tamaiz Asia Trading, menunjukkan ketertarikan.

Buyer Arab Saudi tersebut tertarik pada produk olahan perikanan seperti bakso ikan, nuget ikan, nuget udang, dan filet ikan nila. Rencananya produk itu akan dijajaki untuk masuk ke jaringan ritel di Arab Saudi, serta berpotensi untuk memenuhi kebutuhan katering jutaan jemaah haji dan umrah. 

Baca juga: Program Lapas Banjarbaru, 5000 Bibit Ikan Ditebar

Melalui data Kementerian Perdagangan (Kemendag) total perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada Januari-April 2026 mencapai USD 1,58 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi sebesar USD 675,8 juta dan impor dari Arab Saudi sebesar USD 912,1 juta.

Adapun potensi nilai ekspor produk makanan Indonesia ke Arab Saudi diproyeksikan akan tumbuh sekitar 5-7%, dari nilai sekitar USD 71 juta pada 2025 menjadi sekitar USD 90 juta pada akhir 2026.

Menurut Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, business matching kali ini membuka peluang bagi peningkatan ekspor produk pangan olahan Indonesia ke Arab Saudi.

“Selain menyasar konsumen lokal Arab Saudi, produk Indonesia juga berpotensi masuk ke rantai pasok konsumsi bagi jemaah haji dan umrah dari berbagai negara yang secara keseluruhan diperkirakan bernilai sekitar Rp50 triliun,” ujar Bagas dalam keterangannya dikutip Sabtu (27/06).

Dalam kerja sama yang tengah dijajaki, Bagas menilai jika potensi transaksi antara JAFPA dan Tamaiz akan mencapai nilai sebesar USD 800 ribu hingga USD 1 juta

Untuk tindak lanjutnya, pihak Tamaiz Asia Trading akan membawa sampel produk untuk pengujian pasar, sementara JAPFA akan menyiapkan daftar harga berbagai varian produk yang ditawarkan sebelum memasuki tahap negosiasi yang lebih detail.

“Kami harap, kerja sama ini dapat menjadi pintu masuk bagi lebih banyak produk pangan olahan Indonesia untuk memperluas pangsa pasar di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya,” lanjut Bagas.

Sebelum pertemuan penjajakan bisnis, ITPC Jeddah menawarkan produk makanan olahan yang salah satunya diproduksi oleh JAFPA kepada Tamaiz Asia Trading, hingga akhirnya berlanjut dengan kunjungan Tamaiz Asia Trading ke kantor JAFPA.

“Dengan kapasitas produksi yang besar, standar keamanan pangan internasional yang telah dimiliki, serta status sebagai eksportir terdaftar di Saudi Food and Drug Authority (SFDA) untuk produk makanan olahan berbasis ikan, JAPFA dinilai memiliki kesiapan untuk memenuhi kebutuhan pasar Arab Saudi dalam skala besar,” jelas Bagas.

Lebih lanjut, Bagas menilai masyarakat Arab Saudi memiliki tingkat konsumsi yang tinggi pada produk bahari dan makanan olahannya, terutama produk beku yang memiliki masa simpan lebih panjang, serta menawarkan harga yang kompetitif.

Selain produk berbahan dasar daging ayam, sapi, dan kambing yang telah umum dikonsumsi, produk bahari juga menjadi alternatif sumber protein yang kian diminati dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat Arab Saudi.

Tamaiz Asia Trading sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi produk makanan, minuman, serta berbagai produk konsumsi rumah tangga seperti sabun dan kosmetik.

Perusahaan tersebut memperluas lini usahanya ke sektor pengadaan kebutuhan pangan bagi jemaah haji di Arab Saudi. Selama lebih dari 15 tahun, Tamaiz Asia menjalin kerja sama dengan pelaku usaha Indonesia dan konsisten mengimpor berbagai produk, seperti produk perawatan rumah tangga, sabun hingga kopi instan.

Sementara itu Saeed Alamoudi, selaku perwakilan Tamaiz Asia Trading, menyampaikan jika Indonesia merupakan salah satu negara muslim terbesar dunia dengan jumlah jemaah haji dan umrah yang terbesar di Arab Saudi.

“Fakta ini merupakan peluang untuk produk-produk makanan halal Indonesia agar dapat dipasarkan secara masif di Arab Saudi. Tidak hanya konsumen Indonesia, tetapi juga konsumen lokal Arab Saudi dan negara kawasan sekitar,” terang Alamoudi.

Sebelumnya, pada 2025, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi mencapai USD 6,52 miliar. Ekspor Indonesia ke Arab Saudi tercatat USD 2,88 miliar. Sementara itu, impor Indonesia dari Arab Saudi sebesar USD 3,64 miliar.

Sedangkan untuk ekspor utama Indonesia ke Arab Saudi yakni berupa kendaraan dan bagiannya, lemak dan minyak hewan/nabati, kapal laut, berbagai makanan olahan, serta kayu dan barang dari kayu. Sementara, impor Indonesia dari Arab Saudi di antaranya, yaitu garam, belerang, kapur, plastik dan barang dari plastik, bahan Kimia organik, berbagai produk Kimia, dan buah-buahan.

Related News