• 25 June 2026

Beternak Entok Anti Bau di Pemukiman Padat

uploads/news/2026/06/beternak-entok-anti-bau-278850d168ec93b.jpeg

Jagad Tani - Ketika ingin beternak unggas, seperti entok, biasanya orang-orang yang bertempat tinggal di wilayah pemukiman padat akan berpikir dua kali, karena salah satu kendalanya yaitu faktor bau yang akan ditimbulkan dari si hewan ternak.

Namun, Febi Firmansyah yang merupakan pemiliki dari Tama Farm yang beternak entok jenis Entok Jumbo Blitar di wilayah pemukiman pada, di Kampung Panjang RT 002 RW 017, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, mempunyai kiatnya. 

Baca juga: Lima Alasan Kepunahan Burung Dodo

Menurut Febi, salah satu kiat yang ia terapkan sejauh ini yaitu dengan menggunakan kandang sistem kering, di mana pada bagian bawahnya diberikan plester dan dibuat saluran air di tengahnya agar mudah dibersihkan.

Meskipun diplester, bagian bawahnya juga diberikan slat kandang sehingga lebih mudah dalam membersihkan kotoran yang ada di kandang dan kemudian bissa langsung disiram ke saluran pembuangan.

"Meskipun diplester, tapi bagian bawahnya kita berikan slat, itu biar (lebih mudah membersihkan kotoran si) entok. Jadi bisa langsung (dibersihkan jika) ke lantai," ungkapnya kepada Jagad Tani.

Selain itu, slat kandang tersebut juga difungsikan sebagai pijakan entok. Hal ini dikarenakan jika kondisi lantai dingin di malam hari, maka entok-entok tersebut bisa naik ke slat.

Adapun jadwal pembersihan yang dilakukan oleh Febi yaitu sebanyak dua kali dalam sehari, atau lebih tepatnya dilakukan pagi hari dan kemudian dibersihkan lagi pada sore harinya.

"Nah (saat membersihkan), jangan lupa juga menggunakan deterjen seperti Wipol atau Bayclin. Kemudian (deterjen tersebut) kita campur buat bersihin kandang. Kan (fungsinya juga bisa) buat membunuh kuman (yang ada di kandang)," terangnya.

Sementara itu, untuk memandikan entok-entoknya, Febi juga memberikan campuran deterjen pembersih ketika memandikan entok jumbo blitar miliknya.

"(Kita) juga (biasannya) memakai (deterjen pembersih) juga biar entok-entoknya jadi lebih bersih. Terus kemudian juga lebih kinclong, jadi dilihatnya, dipandangnya juga enak," terang pemuda asal Cilacap ini.

Dengan pola pembersihan yang dilakukan di atas, di kandang peternakan yang ia miliki dengan luas keseluruhan sekitar 40 m² ini terhindar dari bau, di tengah pemukiman padat.

Selain itu, jumlah yang diefektifkan dalam luas lahan tersebut populasinya ada sekitar 30 ekor, dan pembangian populasinya dipisahkan antara yang buat calon indukan, buat produksi entok unggulan, hingga kandang DOC.

Related News