Tips Pemberian Pakan Entok Siapan Tama Farm
Jagad Tani - Dalam menjalankan usaha peternakan entok, utamanya entok siapan yang sudah dipersiapkan untuk menjadi indukan (entok remaja/dewasa muda) yang siap kawin dan bertelur, tentu ada beberapa tips pakan yang perlu diperhatikan.
Feby Firmansyah pemilik Tama Farm sekaligus peternak entok jumbo yang berlokasi di Kampung Panjang, Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor ini memiliki beberapa tips pakan buat entok siapan.
Baca juga: Puluhan Ekor Ikan Hiu Hasil Penangkaran Dilepasliarkan
"Kalau tips pakannya itu kalau (untuk entok) yang siapan seperti itu umur 3 bulan, itu pertama saya pakai Pur 594 (sering disebut Hi-Pro-Vite 594), terus kemudian pur 591 (Hi-Pro-Vite 591) sama jagung giling," ungkap Feby saat ditemui oleh tim Jagad Tani.
Pemuda asal Cilacap ini juga menjelaskan jika bahan-bahan tersebut untuk campurannya dilakukan dengan perbandingan 1:1 untuk setiap takaran pengambilan dari jenis pakan yang disebutkan di atas.
"Terus kemudian dicampurkan sama bekatul. (Untuk) bekatul (perbandingan takaranya) hanya sekitar dua kalinya dari 1:1 (menjadi 2:1). Jadi 594 cuma satu (kali pengambilan), 591-nya dan jagung gilingnya (juga) satu (kali pengambilan) terus bekatulnya yang dua (kali)," jelasnya.
Adapun pemberian pur 594 tersebut, menurut Feby lebih dikhususkan untuk pemenuhan nutrisi fosfor dan kalsium pada tulang entok, sehingga dapat membantu memperkuat tulang dan kaki entok, selain itu juga berfungsi untuk menambah bobot serta stamina si entok siapan.
Sementara itu, untuk pur 591 diformulasikan untuk merangsang serta mempercepat pertumbuhan tulang dan badan si entok. Bahkan juga dimanfaatkan untuk pembentukan antibodi.
Di kandang miliknya, bahkan jenis entok untuk entok indukan yakni entok yang sudah siap berproduksi atau sudah berproduksi (bertelur dan mengerami) juga memiliki pemberian jenis pakan yang berbeda.
"(Untuk pemberian) pakan juga kan saya kalau indukan itu kan enggak terus-terusan pakai full pur ya. Kita pakai pakan alternatif juga misalnya kayak contohnya Azola, terus kemudian ada mata lele juga. Terus kemudian yang satunya lagi itu enceng gondok," sambungnya.
Selain itu, dikarenakan lokasinya berdekatan dengan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG), maka sebagian kecil bahan pakannya juga diambil dari sisa-sisa pengolahan program tersebut, untuk dimasukkan ke dalam campuran pakan.
"Nah, itu (kalau) ada sisa nya kita manfaatkan (untuk tambahan campuran pakan entok) dari situ," tandasnya.

