• 16 June 2026

Indonesia Targetkan Jadi Eksportir Buah-Florikultura No.1 Dunia

uploads/news/2026/06/indonesia-targetkan-jadi-eksportir-752430e07460e61.jpeg

Jagad Tani - Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan diri untuk menjadi eksportir buah dan florikultura nomor satu dunia dalam 10 tahun mendatang.

Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Hotman Fajar Simanjuntak, demi mewujudkan target tersebut, langkah yang dilakukan mulai dari promosi, standardisasi mutu, dan membuka akses pasar internasional.

Baca juga: Dolar Menggeliat, Harga Unggas Pasar Gembrong Stabil

Salah satunya melalui penyelenggaraan Nusa Horti sebagai wadah pertemuan petani, pelaku usaha, komunitas, dan buyer dari dalam maupun luar negeri.

"Kalau tanaman hias untuk aquascape dan ikan hias Indonesia sudah mampu menjadi nomor satu dunia, kenapa hortikultura tidak bisa? Karena itu dibuat wadah Nusa Horti untuk memperkenalkan seluruh potensi buah, sayuran, tanaman obat, dan florikultura Indonesia kepada pasar yang lebih luas," kata Hotman dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (16/06).

Lebih lanjut, Hotman menjelaskan jika seluruh produk yang dipamerkan berasal dari petani, kelompok tani, dan UMKM dari berbagai daerah seperti Kalimantan Selatan, Purbalingga, Wonosobo, Bali, serta berbagai sentra hortikultura lainnya.

"Semua yang ditampilkan adalah produk asli Indonesia, tidak ada produk impor. Ini menunjukkan bahwa potensi kita sangat besar dan layak bersaing di pasar global," ujarnya.

Hotman menambahkan bahwa penguasaan pasar internasional tidak hanya ditentukan oleh promosi, tetapi juga konsistensi penerapan standar mutu dan sistem ketertelusuran produk (traceability) yang menjadi persyaratan utama negara tujuan ekspor.

"Kita harus memastikan mutu produk terstandar dan traceability berjalan dengan baik karena itu menjadi bagian penting dari protokol ekspor yang disyaratkan negara tujuan," jelasnya.

Menurut Hotman, komunitas tanaman dan florikultura memiliki jejaring pasar global yang dapat menjadi jembatan bagi petani dan UMKM Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

"Komunitas-komunitas ini memiliki hubungan langsung dengan buyer luar negeri. Mereka mengetahui kebutuhan pasar global dan dapat menjadi jembatan bagi petani serta UMKM kita untuk menembus pasar internasional," ujarnya.

Sebagai regulator, pihaknya dinilai akan terus memfasilitasi pelaku usaha guna memenuhi persyaratan ekspor, serta menyederhanakan regulasi supaya meningkatkan daya saing produk hortikultura nasional.

"Kami akan terus memediasi dan memfasilitasi. Jika ada hambatan regulasi, akan kami sederhanakan agar para pelaku usaha, petani, dan UMKM lebih mudah menembus pasar internasional," tukasnya.

Sementara itu di beberapa kesempatan, Andi Amran Sulaiman selaku Menteri Pertanian mengatakan penguatan program peningkatan mutu dan diversifikasi pasar ekspor termasuk untuk komoditas hortikultura harus didorong ke pasar global untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.

”Kami dukung hortikultura Indonesia untuk bisa menyuplai ke negara lain. Target kita bukan hanya mempertahankan, tapi melipatgandakan kontribusi sektor pertanian terhadap devisa negara,” tandasnya.

Related News