• 14 June 2026

Dolar Menggeliat, Harga Unggas Pasar Gembrong Stabil

uploads/news/2026/06/dolar-melonjak-harga-unggas-47325bb9241db2d.jpeg

Jagad Tani – Di tengah lonjakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi di Rp16.250 per liter dan harga dolar yang masih kuat dalam beberapa hari terakhir dengan tren penurunan saat ini di sekitar Rp17.779,30 per 1 Dolar AS, harga unggas di Pasar Gembrong justru terpantau dalam kondisi stabil.

“(Harga unggas) masih normal, tidak ada kenaikan. Insyaallah masih normal,” ungkap Slamet yang merupakan pemilik Kios Pak Slamet di Pasar Gembrong, Jakarta Timur, saat ditemui oleh tim Jagad Tani.

Baca juga: Empat Sistem yang Perlu Diterapkan untuk Ekspor

Bahkan saat ditemui di lapaknya, kondisi stok unggas di tempatnya dalam keadaan penuh karena baru datang. Misalnya saja untuk Ayam Petelur dilapaknya adasekitar 400 ekor dengan usia 10 minggu dengan harga Rp60.000 per ekor.

“Tapi kalau ambil per 10 ekor itu kena di harga Rp50.000 per ekor. Dari Subang kita ngambilnya, sudah full vaksin, jenisnya CP-909 Pokphand. Tinggal sedikit lagi bertelur, paling lama 2 bulan,” lanjutnya.

Sementara itu untuk harga Burung Puyuh afkhir dijual Rp5.000 per ekor. Untuk Puyuh betina usia 40 hari dijual Rp10.000 per ekor, sedangkan tiap pembelian 10 ekor dijual Rp8.000 per ekor. Ayam Broiler usia 10 hari Rp8.000 per ekor, atau dijual dengan harga Rp7.000 per 10 ekor pembelian.

“Ini ada anakan (Day Old Chick atau DOC) Ayam Bangkok, Ayam Kampung dijual Rp15.000 per ekor usianya hampir sebulan. Kalau untuk bibit entok usia sebulan setengah per ekor cuma Rp30.000. Kalau 2 bulan bisa kena di harga Rp35.000 dari berbagai jenis entok campur, ada entok jumbo, entok rambon, (hingga) biasa,” tuturnya.

Adapun untuk harga angsa dengan usia sekitar 7 bulan, harga jualnya Rp400.000 sepasang. Pembelian satuannya dikenakan harga jual Rp2.500.000. Sedangkan entok paketan ternak yang terdiri dari satu Jantan, enam betina dijual Rp600.000, namun pembelian satuan dijual dengan harga Rp100.000 per ekor.

Harga ayam hias seperti Ayam Poland, American Silky, Ayam Kapas, hingga Ayam Brahma dijual Rp50.000 per ekor. Namun dijelaskan oleh Slamet jika pembeliannya dua ekor maka akan dijual Rp90.000, dan untuk pembelian per 10 ekor (grosir) bisa dijual lebih murah yaitu Rp40.000 per ekor.

“Ayam pejantan kena Rp10.000 per ekor, sudah hampir usia sebulan. Biasanya di(jadikan oleh) orang (untuk ayam) warna-warni. Karena ini sudah besar, jadi harganya lebih mahal, kalau bibitnya kan murah banget ya Rp2.000 per ekor,” jelas Slamet di lapaknya.

Dilanjutkan oleh Slamet jika harga Burung Dara dijual Rp15.000 per ekor, Ayam Cemani betina Rp150.000 per ekor dan masih bisa negosiasi harga. Begitu pula dengan harga Bebek Peking Rp10.000 per ekor, Bebek Jumbo Rp12.000 per ekor, serta Bebek Lokal jantan Rp5.000 per ekor. Untuk Bebek Lokal betina Rp12.000 per ekor.

“Di sini juga ada merak. Anakan Merak India, per ekor dikenakan harga Rp1.500.000, usia dua bulan. 2 bulan. Kalau misalkan untuk kebutuhan yang agak banyak lebih dari satu, berapapun jumlahnya ada, (nanti) diantarkan sampai rumah (juga) bisa,” terang Slamet.

Selain itu harga Ayam Kate Black Motlet yang berusia kurang lebih 3 bulan dijual Rp300.000 sepasang, sementara untuk dua pasang dijual seharga Rp500.000. Menanggapi soal isu kenaikan dolar, Slamet sendiri menjelaskan bahwa hingga saat ini harga unggas hidup di lapaknya masih dalah harga yang cukup stabil.

“Kalau harga sih stabil, cuma kalau penjualannya agak menurun,” tandas Slamet.

Related News