• 9 June 2026

Penjualan Sapi-Kerbau-Domba dari Lampung Melonjak Selama Iduladha

uploads/news/2026/06/sapi-kerbau-domba-lampung-alami-lonjakan-26616a9af4a80fd.jpeg

Jagad Tani - Sebagai salah satu lumbung ternak nasional, permintaan dan penjualan hewan kurban di Provinsi Lampung Tahun 2026 alami peningkatan signifikan pada komoditas sapi dan domba. Bahkan menjadi penopang kebutuhan kurban di berbagai daerah saat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Menurut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Lampung, Lili Mawarti, tingginya permintaan hewan kurban dari berbagai wilayah jadi indikasi bahwa kualitas dan ketersediaan ternak asal Lampung kian dipercaya oleh masyarakat.

Baca juga: Ancaman Degradasi Hutan, UU Kehutanan Bakal Direvisi

“Provinsi Lampung terus berkontribusi besar dalam menyuplai ternak kurban ke berbagai wilayah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa sektor peternakan Lampung memiliki daya saing dan kapasitas produksi yang baik,” ujar dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (09/06).

Berdasarkan data sementara penjualan ternak kurban antarprovinsi dan antarkabupaten/kota di Provinsi Lampung, penjualan sapi pada tahun 2026 alami peningkatan sebesar 40,15% atau mencapai 60.429 ekor jika dibandingkan dengan tahun 2025 yakni sebanyak 43.116 ekor. 

Sementara itu, penjualan kerbau juga mengalami peningkatan dari yang semula hanya berjumlah 242 ekor pada tahun 2025 menjadi 337 ekor pada tahun 2026 atau naik 39,25%.

Peningkatan tertinggi terjadi pada komoditas domba, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.764 ekor, sedangkan tahun 2026 meningkat menjadi 3.912 ekor atau naik sekitar 121,76%.

Sedangkan untuk ternak kambing alami sedikit penurunan dari 143.335 ekor pada tahun 2025 menjadi 139.917 ekor pada tahun 2026 atau turun sebesar 2,38%. Menurut Lili Mawarti, penurunan ini terjadi dikarenakan adanya pergeseran preferensi masyarakat dalam pelaksanaan kurban. 

“Penurunan kambing dapat disebabkan karena sebagian masyarakat mulai beralih melakukan kurban menggunakan sapi, kerbau maupun domba,” jelasnya.

Melalui data Disnakkeswan serta data Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia (APPSI) Wilayah Lampung, tercatat bahwa pengiriman hewan kurban asal Lampung juga dilakukan antarprovinsi. Untuk ternak sapi, distribusi dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Sedangkan untuk pengiriman kambing dan domba dilakukan ke DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, serta Kalimantan Tengah. Lonjakan pasokan sapi dan domba tersebut dinilai sejalan dengan peningkatan kapasitas peternak, membaiknya sistem distribusi dan lalu lintas ternak, serta pengawasan kesehatan hewan yang semakin ketat.

Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan bersama APPSI juga terus memperkuat kemitraan antara peternak, pengepul, dan lembaga kurban nasional guna memastikan kebutuhan hewan kurban terpenuhi secara optimal.

“Kami terus mendorong peternak menjaga kualitas dan kesehatan ternak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Dengan potensi peternakan yang dimiliki, Lampung optimistis dapat terus menjadi salah satu daerah penyangga utama kebutuhan ternak nasional,” pungkasnya.

Related News