Indonesia Dorong Pengelolaan Laut Secara Terukur
Jagad Tani - Penerapan Sustainable Ocean Planning and Management (SOPM) sebagai standar global guna memperkuat tata kelola laut, sekaligus menjamin kepastian investasi kelautan harus selalu didorong.
Bahkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam ajang Island States Ocean Summit (ISOS) 2026 di Tokyo, Jepang, menyinggung soal pengelolaan laut yang terukur agar menjadi kunci stabilitas ekonomi di tengah tekanan global.
Baca juga: 1.632 Warga Desa Sukadami Terima Bantuan Pangan
“Praktik penangkapan ilegal dan aktivitas destruktif semakin mengancam kesehatan laut kita. Oleh karena itu, perlindungan laut memerlukan kerja sama global dan tanggung jawab bersama,” ujar Trenggono dalam keterangannya tertulisnya dikutip Minggu (07/06).
Penerapan SOPM ini dinilai penting dalam tata Kelola laut, karena pendekatan ini mampu mendorong perencanaan berbasis sains guna menyeimbangkan perlindungan ekosistem dan pemanfaatan ekonomi.
Indonesia sendiri merupakan anggota High Level Panel for a Sustainable Ocean Economy (HLP SOE), dan mempromosikan penerapan SOPM sebagai standar global dalam pengelolaan wilayah laut.
Adapun langkah tersebut merupakan komitmen Indonesia dalam menginisiasi pengembangan solusi pembiayaan yang adil, serta terukur dalam memastikan efektivitas perencanaan serta keberlanjutan sektor kelautan untuk jangka panjang.
"Ada lima langkah strategis Indonesia untuk menjaga laut, meliputi perluasan kawasan konservasi, penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan budidaya yang berkelanjutan, pengelolaan pesisir, dan penanganan sampah laut," ungkapnya.
Langkah tersebut dikenal sebagai 5 Ekonomi Biru. Dalam forum tersebut Trenggono turut mengundang komunitas global untuk hadir dalam Ocean Impact Summit (OIS) 2026 yang akan diselenggarakan di Bali.
Forum ini dirancang bukan sekadar untuk diskusi, melainkan sebagai wadah untuk memobilisasi investasi dan menghadirkan solusi konkret bagi negara-negara kepulauan.
"Menjaga kesehatan laut adalah tanggung jawab kolektif seluruh bangsa di dunia, mengingat kelestarian ekosistem perairan merupakan penopang vital bagi keberlangsungan hidup seluruh umat manusia di masa depan," tukasnya.

