Pasca Iduladha, Segini Harga Pangan
Jagad Tani - Fluktuasi harga pangan kerap menjadi isu hangat pada saat pra dan pasca perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) karena tingginya perminataan pasar, termasuk saat perayaan Iduladha.
Namun menurut Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Badan Pangan Nasional (Bapanas) Maino Dwi Hartono, kondisi harga pangan pada saat ini dinilai masih cukup terkendali, meski waktu panen tiap daerah berbeda-beda.
Baca juga: Parigi Moutong Pengekspor Durian Unggulan Sulawesi Tengah
"Tentu kita mengacu pada data BPS bahwa di bulan April kemarin, inflasi kita turun. Secara nasional artinya kondisi harga terkendali," terang Maino dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (01/06).
Melalui pantauan harga Bapanas, sampai 29 Mei atau 2 hari usai Iduladha, rerata harga beberapa pangan pokok strategis masih dalam rentang Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) tingkat konsumen.
Misalnya rerata harga beras medium secara nasional di Rp13.456 per kg telah turun tipis 0,19% dari seminggu sebelumnya. Sementara bawang merah di Rp47.185 per kg dari HAP tertinggi Rp41.500 per kg.
Adapun cabai merah keriting di Rp60.638 per kg dari HAP maksimal di Rp55.000 per kg. Untuk daging ayam ras di Rp38.385 per kg dan telur ayam ras Rp29.469 per kg, keduanya masih dibawah level HAP.
"Jadi semua harus kita lindungi, karena produsen kita juga harus mendapatkan harga yang wajar, yang menguntungkan, agar mereka tetap semangat berproduksi. Produksi juga penting karena selama ini kita bicara gejolak harga seolah-olah di tingkat konsumen saja," jelas Maino.
Maino menilai jika intervensi harus menyasar keduanya. Salah satu program intervensi pangan yakni berupa bantuan pangan beras dan minyak goreng telah dilaksanakan, hingga akhir Mei Perum Bulog telah menyalurkan hingga 15,4 juta keluarga penerima manfaat. Sementara di bulan Mei 2025, program bantuan pangan belum berjalan.
Total realisasi program SPHP beras sejak Januari sampai Mei 2026 telah mencapai 507 ribu ton, terdiri 221 ribu ton di Januari dan Februari yang merupakan perpanjangan SPHP beras tahun 2025.
Sementara 286 ribu ton merupakan realisasi Maret sampai Mei yang merupakan SPHP beras tahun 2026. Adapun capaian realisasi SPHP beras di 2026 yang 507 ribu ton, meningkat pesat hingga 180% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, karena sampai Mei 2025 realisasinya masih di angka 181 ribu ton.
Selain itu, program pasar murah dalam bentuk Gerakan Pangan Murah (GPM) yang terlaksana sampai di penghujung Mei ini telah tercapai 5.037 kali di 417 kabupaten/kota, ini melebihi realisasi GPM Januari-Mei 2025 yang dicatat Bapanas di angka 3.482 kali.

