• 31 May 2026

Parigi Moutong Pengekspor Durian Unggulan Sulawesi Tengah

uploads/news/2026/05/parigi-moutong-pengekspor-durian-350398d39e3bc49.jpg

Jagad Tani – Durian dari Kabupaten Parigi Moutong menjadi produk ekspor unggulan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Hal ini diungkapan Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding saat meninjau packing house (PH) atau rumah kemas produk durian beku yang sudah ekspor.

"Kabupaten Parigi Moutong menjadi salah satu titik penting dan strategis dalam rantai ekspor durian ke Tiongkok karena proses hulu hingga hilirnya," ucap Karding dalam keterangan tertulisnya dikutip Minggu (31/05).

Baca juga: Panen Udang Vannamei Kebumen Hasilkan 40 Ton/Hektare

Menurutnya, 3 dari total 7 rumah kemas sudah teregistrasi Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) oleh Barantin dan akses ekspor langsung durian ke Tiongkok menjadi pondasi yang memerlukan dukungan dan sinergi bersama sehingga berdampak baik bagi perekonomian daerah.

"Implementasi nyata dalam komitmen tersebut Badan Karantina memperkuat pendampingan terhadap pelaku usaha dan petani durian di Kabupaten Parigi Moutong guna memastikan kualitas komoditas ekspor memenuhi persyaratan negara tujuan, khususnya pasar Tiongkok," terangnya.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi pengoptimalan ekspor durian Sulteng yang merupakan salah satu komoditas unggulan. Mulai dari registrasi kebun yang disetujui otoritas berwenang, registrasi rumah kemas (Packing House) yang memenuhi manajemen mutu, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) hingga keamanan pangan terkait residu pestisida dan kontaminan.

Berdasarkan data Best-Trust dan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulteng tahun 2025, nilai ekspor karantina menyumbang 7,31% terhadap PDRB komponen ekspor Sulawesi Tengah. Secara khusus, ekspor durian sendiri memberikan kontribusi sebesar Rp304,4 Miliar terhadap perekonomian Sulawesi Tengah.

“Keberhasilan ekspor durian tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi, tetapi juga konsistensi kualitas dan kepatuhan terhadap persyaratan teknis negara tujuan. Oleh karena itu, Karantina hadir memberikan pendampingan teknis kepada petani, kelompok tani, hingga eksportir agar proses ekspor berjalan lancar dan berkelanjutan,” terangnya.

Sementara Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase menilai jika kabupatennya memiliki potensi besar sebagai sentra durian unggulan di Sulawesi Tengah selain sebagai sentra pangan (beras). Sebagian besarnya dari jenis durian super tembaga, musangking, duri hitam, montong, bawor dan petruk.

"Kami tentunya sangat berbangga komoditas durian asal Kabupaten Parigi Moutong telah berhasil menembus pasar Tiongkok melalui ekspor durian beku dari awal tahun 2026 hingga saat ini. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan kesejahteraan petani durian di daerah," ujarnya.

Tentunya keberhasilan ekspor ini menjadi momentum penting untuk menjadikan Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Parigi Moutong sebagai pusat pengembangan komoditas hortikultura berdaya saing global serta mendukung program hilirisasi dan peningkatan ekspor nasional.

Related News