• 30 May 2026

Libur Iduladha Lalu-Lintas Ternak Sulsel Masih Diawasi

uploads/news/2026/05/libur-iduladha-lalu-lintas-ternak-820248c964390c6.jpeg

Jagad Tani - Tugas pengawasan lalu lintas hewan ternak, saat libur Iduladha 1447 Hijriyah masih dilakukan petugas Karantina melalui Satuan Pelayanan Pelabuhan Jeneponto, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan (Karantina Sulsel).

Bahkan pada saat hari H, Rabu (27/05) masih melakukan pengawasan pemasukan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) berupa 120 ekor kuda asal Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca juga: Praktik Mafia Pangan Terkuak, Penegakan Hukum Diperkuat

“Momentum libur Iduladha tidak mengurangi komitmen petugas karantina dalam menjaga keamanan hayati. Kami tetap siaga melakukan pengawasan lalu lintas hewan untuk memastikan ternak yang masuk sehat, aman, dan sesuai ketentuan karantina,” ujar Kepala Karantina Sulawesi Selatan, Sitti Chadidijah dalam keterangan tertulisnya.

Selain itu, turut diawasi pula pemasukan 20 ekor kerbau dan 500 ekor kambing asal Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, baik terhadap dokumen karantina maupun kondisi fisik hewan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh hewan dalam kondisi sehat dan tidak ditemukan gejala klinis HPHK. Jenis dan jumlah hewan yang dilalulintaskan juga dinyatakan sesuai dengan dokumen yang menyertainya.

Untuk langkah pencegahan terhadap penyebaran penyakit hewan, para petugas karantina melakukan tindakan biosecurity berupa disinfeksi terhadap alat angkut dan media pembawa HPHK sebelum melanjutkan perjalanan.

Pengawasan yang dilakukan, menurut Sitti, merupakan bagian dari upaya pencegahan masuk dan tersebarnya penyakit hewan karantina antarwilayah, sekaligus mendukung kelancaran distribusi ternak menjelang dan selama Iduladha.

“Kami mengimbau seluruh pelaku usaha maupun masyarakat yang melalulintaskan hewan ternak agar selalu melengkapi dokumen karantina dan melaporkan kepada petugas karantina guna menjaga kesehatan hewan dan keamanan pangan asal hewan,” tukasnya.

Related News