Optimasi Lahan, Tanam Serentak di 50.000Ha
Jagad Tani - Program Optimasi Lahan (Oplah) kian dipercepat dalam memperkuat swasembada pangan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui percepatan tanam di lebih dari 50.000 hektare lahan Oplah dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang tersebar di 25 provinsi di Indonesia.
Bahkan melalui Gerakan Tanam Serentak, dinilai perlu dilakukan untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif agar kembali optimal menopang produksi pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim global.
Baca juga: Presiden Kurban 1098 Sapi, Anggarannya Rp100 Miliar
Menurut Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, gerakan tanam serentak menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan seluruh potensi lahan pertanian yang tersedia.
“Gerakan ini bukan hanya soal menanam, tetapi memastikan Indonesia memiliki fondasi pangan yang kuat dan berkelanjutan. Seluruh potensi lahan harus dimanfaatkan secara optimal agar produksi terus meningkat,” terang Arsanti dalam keterangan tertulisnya dikutip Kamis (28/05).
Lebih lanjut, Arsanti menilai jika pemanfaatan lahan oplah yang diperkuat melalui kemitraan CSR menunjukkan komitmen dalam menjaga ketersediaan pangan secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Sulawesi, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gerakan Tanam Serentak nasional yang untuk keenam kalinya bahkan baru-baru ini turut digelar oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan dipusatkan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (22/05) lalu.
Tri Romadhono Suwardianto, selaku Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan Kabupaten Sukabumi, menilai bantuan infrastruktur dan alat mesin pertanian (alsintan) dari Menteri Pertanian memberikan dampak besar terhadap peningkatan produktivitas petani di Sukabumi.
Adapun menurut Direktur Serealia Tanaman Pangan, Gunawan, Gerakan Tanam Serentak harus menjadi pemantik semangat dan konsistensi seluruh penanggung jawab (PJ) di masing-masing provinsi dalam mencapai target swasembada pangan nasional.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh penyuluh pertanian di bawah koordinasi Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus aktif mengawal pelaksanaan tanam di lapangan dan disiplin dalam melaporkan data Luas Tambah Tanam (LTT).
“Gerakan tanam serentak ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh PJ provinsi untuk memaksimalkan capaian target. Jangan sampai gerakan ini hanya berjalan sesaat, tetapi harus terus dikawal secara berkelanjutan. Peran penyuluh sangat penting untuk memastikan pergerakan tanam dan pelaporan LTT tetap berjalan optimal,” tukas Gunawan.

