• 28 September 2021

Jagung Gorontalo Menjelajah ke Filipina

uploads/news/2020/06/jagung-gorontalo-menjelajah-ke-45058cef054062d.jpg
SHARE SOSMED

Untuk harga pembelian sayuran jagung dari petani masih terjaga dengan ketentuan yang sudah ditetapkan sejumlah Rp3.150 per kilogram di tingkat petani dengan kadar air 17%.

JAKARTA - Masyarakat Indonesia tentu tidak asing lagi dengan jenis sayuran yang satu ini.

Bentuknya yang unik dan berwarna kuning ke oranye-an menjadi daya tariknya.

Ya, Jagung merupakan sayuran yang sering dikonsumsi.

Mulai dari sebagai bahan membuat bakwan, lauk pauk, camilan, jus dan bahkan masker.

Camilan populer terbuat dari sayuran ini disebut Popcorn.

Makanan tersebut memiliki varian rasa dan sangat pas untuk dijadikan camilan saat menonton film di bioskop, maupun acara kumpul-kumpul bersama keluarga atau teman.

Jagung (Zea mays) merupakan komoditas pangan unggulan yang  menjanjikan.

Tak heran, jika para petani lebih mengutamakan atau memprioritaskan sayuran jenis ini untuk dikembangkan.

Seperti Provinsi Gorontalo yang belum lama ini mengekspor 12.000 ton jagung sebagai salah satu komoditas unggulan ke Filipina

Melansir dari ANTARA, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie  menjelaskan, ekspor jagung tersebut akan dilakukan oleh PT Seger Pangan Sejahtera.

Ia juga melakukan kontrol kesiapan perusahaan yang beralamat di Desa Pongongaila, Kecamatan Pulubula, Kabupaten Gorontalo tersebut.

Untuk tahap awal ada 12.000 ton, diekspor dengan dua kapal langsung ke Filipina. Permintaan cukup banyak dan harganya bagus USD276 dolar per ton," kata Rusli melalui keterangannya di Jakarta.

Rusli menjelaskan, saat COVID-19 tengah mewabah, para petani jagung terus produktif.

Hingga April 2020, produksi jagung Gorontalo tercatat mencapai 592.767 ton.

Berbagai macam jenis bantuan benih pun tentu disalurkan kepada petani dengan luas tanam 106.194 hektare.

Tidak hanya itu, Rusli juga menegaskan, untuk harga pembelian sayuran jagung dari petani masih terjaga dengan ketentuan yang sudah ditetapkan sejumlah Rp3.150 per kilogram di tingkat petani dengan kadar air 17%.

"Perusahaan ini membeli Rp3.300 per kilogram. Makanya, ketahanan ekonomi kita cukup baik, meski ada corona seperti sekarang, tetapi rakyat tetap menanam dan panen jagung," tambahnya.

Di tahun lalu, Provinsi Gorontalo tidak mengekspor jagung lantaran patokan harga di luar negeri yang terbilang cukup rendah.

Karena itu, pada 2019, Gorontalo lebih memilih untuk menjual 1.820.830 ton ke antar-pulau guna mencukupi kebutuhan dalam negeri.

Selama ini jagung telah dijadikan strategi komoditas pilihan setelah padi.

Sebab, banyaknya kegunaannya untuk konsumsi selain untuk pangan langsung, bisa juga untuk pakan ternak, serta menjadi bahan baku industri.

Produk utama jagung yaitu bijiannya (grain).

Bijian sebenarnya merupakan buah dan biji yang menyatu.

Massa bijian terbesar diisi oleh endosperma yang kaya oleh karbohidrat.

Dari bijian yang dihasilkan, jagung menjadi sumber pangan pokok manusia ketiga setelah gandum dan beras atau padi.

Bijian jagung dimanfaatkan sebagai pakan hewan, baik untuk unggas maupun ternak besar.

Serapan terbesar di Indonesia sekarang yaitu sebagai sumber pakan ternak.

Olahan jagung juga diserap dalam industri panganfarmasikosmetika, dan industri kimia.

Produk jagung penting lainnya yaitu jagung tongkol.

Jagung tongkol juga dipanen dalam usia sekitar tiga minggu setelah penyerbukan untuk dijadikan sayuran atau direbus serta dibakar.

Jagung manis biasanya mengisi pangsa ini.

Tongkol jagung yang masih muda dan belum berkembang penuh dipanen sebagai sayuran segar yang dikenal sebagai jagung semi atau babycorn.

Tanaman jagung utuh yang masih hijau dimanfaatkan oleh usaha tani peternakan sebagai hijauan.

Kandungan protein tanaman jagung cukup tinggi sebagai sumber pakan bagi sapi dan kerbau.

Bidang bioenergi mengembangkan tanaman jagung dengan kandungan selulosa tinggi untuk dimanfaatkan biomassanya sebagai sumber energi terbarukan.

Daun pembungkus (braktea) tongkol jagung (disebut kelobot) yang telah dikeringkan digunakan di Jawa sebagai pembungkus penganan, maupun sebagai komponen rokok tradisional ("rokok kelobot") yang dilinting sendiri oleh penggunanya.

Bagian jagung yang biasa dimakan manusia adalah bijiannya, baik masih muda ketika isinya belum mengering maupun setelah tua dan mengering.

Bijian kering dapat dihaluskan menjadi tepung jagung (maizena). Maizena merupakan bahan untuk berbagai kue dan penganan olahan serta untuk bahan baku pembuatan mie bihun.

Dedak merupakan bijian jagung yang digiling halus. Dedak dapat dicampur dengan bahan lain sebagai makanan sarapan.

Biasanya, pecahan kasar bijian jagung diolah di Amerika Serikat sebagai makanan sarapan populer, corn flakes.

Di Jawa Timur terutama, bijian jagung kering ditumbuk agak halus untuk mendapatkan beras jagung, yang setelah dikukus atau ditanak menjadi nasi jagung.

Nasi jagung ini, murni atau bercampur nasi padi, umum sebagai makanan pokok terutama di wilayah Jatim yang mendapat pengaruh dari budaya Madura.

Bijian utuh jagung dapat dipanggang, disangrai, atau digoreng.

Gorengan bijian kering jagung dikenal sebagai marning di Jawa Tengah.

Dari bijian jagung kering varietas tertentu juga dapat dibuat brondong jagung.

Jagung muda biasanya dipasarkan secara utuh bersama tongkolnya.

Jagung manis mengisi kebanyakan pangsa ini, meski pun jagung ladang dan jagung ketan juga dipanen dalam keadaan demikian.

Sedangkan tongkol biasanya direbus, dipanggang, atau dibakar.

Beberapa masakan sayur, seperti sayur asam dan sayur bening dilengkapi dengan potongan tongkol jagung atau bijian muda yang sudah dipisahkan dari tongkolnya (dipipil).

Sedangkan untuk unggas, dapat diberikan dalam bentuk utuh (pakan burung dara), dipecah (pakan burung pengicau), dihaluskan, sampai berbentuk bubuk.

Saat ini jagung juga dijadikan sebagai sumber energi alternatif.

Lebih dari itu, saripati jagung dapat diubah menjadi polimer sebagai bahan campuran pengganti fungsi utama plastik.

Salah satu perusahaan di Jepang telah mencampur polimer jagung dan plastik menjadi bahan baku casing komputer yang siap dipasarkan.

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App