• 4 April 2020

Si Merah Manis dari Pakem

uploads/news/2019/10/si-merah-manis-dari-82882fd63975fdc.jpg
SHARE SOSMED

Slamet Widodo dan istrinya, berhasil menanam strawberry yang diklaim lebih manis dibanding buah strawberry lainnya.

SLEMAN - Saat dimakan rasanya agak manis . Begitulah sensasi saat mencoba strawberry di Omah Strawberry Jogja, Jalan Kaliurang KM 17, Pakem, Sleman. Rasanya tidak kecut seperti strawberry pada umumnya. Di lahan seluas 1 hektar dengan pembagian tiga petak tersebut, Slamet Widodo dan istrinya menanam buah strawberry.

Strawberry yang dihasilkan Omah Strawberry memiliki jenis daun tipis, tangkai pendek, dan buah yang tidak begitu besar, dan rasa yang agak manis. Rasa manis dari strawberry yang ditanam Slamet, mulanya tak dipercayainya lantaran ia mengaku hanya menerapkan cara tanam dan perawatan seperti biasa. Namun, ternyata setelah dipelajari, rasa manis tersebut merupakan hasil perawatan ekstra yang diterapkan Slamet.

Kebanyakan masyarakat berpikir bahwa buah yang khas berwarna merah dengan bintik-bintik kecil rapi di sekujur kulit luarnya itu hanya bisa ditanam pada wilayah dengan suhu yang dingin. Namun, tidak bagi lulusan Agro Industri Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.

“Pengalaman kita menunjukkan tanaman ini tanaman yang butuh air, tapi dia juga butuh intensitas matahari penuh,” kata Slamet saat ditemui di Omah Strawberry, belum lama ini.

Menurutnya, hal utama yang harus diperhatikan dan memiliki peran penting dalam budidaya strawberry adalah kelembaban. Pada musim hujan, buah biasanya tidak akan mendapat sinar matahari penuh, akibatnya derajat merah dan derajat kemanisan di dalam buah menjadi berkurang.

Sinar matahari mempengaruhi rasa dan warna buah lantaran dalam masa pertumbuhan, buah yang semakin membesar memiliki kadar air yang semakin tinggi. Apabila buah mendapatkan intensitas panas yang tinggi, maka penguapan air dari dalam buah juga menjadi tinggi dan yang tertinggal di dalam buah hanyalah gula yang membuat rasa strawberry menjadi manis.

“Kita perhatikan ketika situasi mendung dengan panas itu buahnya malah lebih bagus di situasi panas. Baik itu di tingkat derajat kemanisan ataupun gradasi warna itu bagus,” ujar Slamet terkait pengalamannya selama kurang lebih satu tahun menjalankan Omah Strawberry.

Tidak hanya memperhatikan intensitas matahari yang didapat oleh buah, air dan proses penyiraman juga harus diperhatikan dan disesuaikan dengan sinar matahari yang diterima. Apabila matahari sangat terik, Slamet akan melakukan penyiraman sehari sekali. Namun, jika matahari tidak terlalu terik, penyiraman dilakukan dua hari sekali.

Tak hanya itu, dalam penyiraman, Slamet menggunakan selang secara manual untuk menyirami setiap polybag secara satu per satu. Apabila ada 3.000 polybag, maka dalam sehari ia harus menyirami semua polybag itu agar memastikan setiap polybag mendapatkan asupan air dengan baik. Slamet mengatakan, para petani harus mengetahui kebutuhan sinar matahari dan air bagi tanaman strawberry.

“Makin kita paham akan kebutuhan dia akan dua hal itu, buahnya bagus,” tutur pria asal Bojonegoro, Jawa Timur ini.

Perawatan akan berbeda pada musim hujan. Slamet biasanya akan menutup tanaman dengan plastik yang bisa ditembus sinar matahari. Pemasangan plastik bertujuan untuk menyelamatkan buah dan bunga strawberry. Perawatan ekstra inilah yang membuat strawberry sering dijuluki tanaman rewel.

“Karena kan musim hujan sinarnya kurang, biar sinar ke buahnya tetap terjaga tapi buahnya tidak kena air terus, gak mudah kusut, gak berlebihan kadar airnya,” jelas Slamet. (FDT)

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App