• 28 Oktober 2020

Jalin Silaturrahmi dengan Hampers Tanaman

uploads/news/2020/06/jalin-silaturrahmi-dengan-hampers-26015cb9dc8e40a.jpg
SHARE SOSMED

YOGYAKARTA - Sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia dalam memberikan bingkisan atau hampers kepada sahabat, kolega dan keluarga saat menjelang perayaan hari besar.

Seperti halnya Hari Raya Idulfitri 2020 ini.

Selama masa pandemi COVID-19, menjalin tradisi silaturrahmi juga dapat dilakukan melalui agen pengiriman dan tetap menjaga jarak fisik.

Baca juga: Kokedama, Inovasi Bercocoktanam Tanpa Pot

Beragam hampers lebaran pun menjadi sarana untuk hantaran, bisa dalam bentuk makanan khas, minuman, kue kering, atau pun barang.

Karena minimnya interaksi silaturrahmi dalam momen Lebaran tahun ini, tren hampers pun bermunculan dan penjualannya meningkat drastis.

Salah satunya Amalia Amanda Kasih, pemilik Tinandur, yang merupakan penyedia hampers tanaman.

Dengan koleksi tanaman miliknya, ia membuka layanan produk hampers tanaman.

Dalam postingannya di Twitter, penjualan hampers tanamannya meningkat drastis.

Tak sedikit pesanan yang ia terima.

Awalnya, yang hobi dan suka koleksi tanaman itu bapak dan ibu saya. Sudah lama juga suka koleksi tanaman. Kebetulan saya kerja di Maldives (Maladewa, Red) jadi Duty Manager di salah satu Resort. Dulu sempat kirim-kirim hampers untuk networking hotel dan buat media kit. Jadi, sudah terbiasa merakit hampers,” katanya dalam pesan singkatnya kepada JagadTani.id belum lama ini.

Berawal dari usaha homestay yang berada di Jalan Kadirojo 2 nomor 2, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Amanda pun memutuskan mengubah konsep usahanya.

Sebenarnya awalnya kami hanya buka usaha homestay dengan konsep homestay garden. Nama usahanya Omah Kebon Kalasan. Tapi semenjak wabah corona, tidak ada tamu yang datang, lalu muncul ide untuk jual koleksi tanamannya. Pikir saya dipercantik pasti bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi, dan jadilah hampers tanaman ini,”ujarnya.

Akibat wabah COVID-19 pula, Amanda mengungkap, ia sempat dirumahkan tanpa gaji dan tidak menerima gaji sejak Maret yang lalu.

Sehingga, ia pun mencari alternatif lain melalui usaha hampers tanaman.

Mulai usaha hampers-nya baru bulan mei tahun ini. Akibat situasi pandemi saat ini, saya kena pemulangan tanpa gaji. Karena saat ini cari kerja juga susah sementara kebutuhan terus berjalan, saya dan keluarga akhirnya mulai usaha jual koleksi tanaman ini,” katanya.

Paket yang ditawarkan pun beragam.

Mulai dari harga Rp45.000, Rp75.000 hingga Rp100.000.

Bermacam-macam tanaman juga tersedia seperti tanaman sirih gading, peace lily, rosemary, mint, philo burlemarx, janda bolong, monstera, anggrek bulan dan lainnya.

Semakin besar ukuran, semakin beda harga yang ditawarkan.

Baca juga: Panen Aquaponik di Tengah Pandemi

Pelanggan pun bisa memilih pot yang yang diinginkan seperti pot bawaan atau bisa juga pot gerabah.

Bagi Sahabat Tani yang tertarik bisa melihat informasi lengkapnya di Instagram @tinandur.yk dan @omahkebon.kalasan

Untuk harapan ke depannya harus gigih terus, enggak usah putus semangat, seharusnya makin memudahkan konsumen di masa pandemi begini karena konsumen yang hobi tanam pasti jadi lebih banyak di rumah dan mencari kegiatan untuk menghabiskan waktu di masa karantina. Sebagai penjual tanaman harus bisa gigih dan kreatif,” tutupnya.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App