• 29 September 2021

Ubi Jalar, Si Sumber Karbohidrat

uploads/news/2020/05/-ubi-jalar-si-sumber-14896b96343a124.jpg
SHARE SOSMED

“Ubi jalar menyediakan lebih banyak energi  daripada alternatif sayuran tanpa tepung, ini menjadikannya sumber bahan bakar yang luar biasa untuk aktivitas sehari-hari terutama kinerja atletik”

JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak kekayaan alam.

Salah satunya, terdapat tanaman umbi-umbian, khususnya ubi jalar.

Ya, tumbuhan ini merupakan jenis tanaman umbi-umbian yang dapat dijumpai karena sering diolah menjadi beragam jenis makanan.

Baca juga: Blewah, Si Manis Kaya Nutrisi

Tanaman ini dikenal sebagai karbohidrat pengganti nasi atau roti.

Umbi-umbian memiliki beberapa kelompok, yaitu umbi akar, umbi batang, dan umbi lapis.

Umbi merupakan bagian tanaman yang hidup di bawah tanah.

Sehingga saat pohonnya dicabut sampai akar, maka baru terlihat bentuk tanaman tersebut.

Banyak orang yang keliru berpikir labu madu (Butternut Squash), ubi jalar, dan artichoke merupakan tanaman yang tumbuh di UK (United Kingdom).

Ubi jalar yang merupakan keluarga dari Convolvulaceae, secara teknis bukan sama sekali kentang.

Mereka merupakan kerabat dekat dari keluarga Convolvulaceae, yang terlihat jelas ketika membandingkan daun dan bunga dari anggota keluarga ini.

Tumbuhan ini dibudidayakan selama  satu musim.

Sementara, beberapa orang mempercayai orang Polinesia yang mengunjungi Amerika Selatan membawa ubi jalar dalam perjalanan mereka.

Penelitian telah menunjukkan, tumbuhan tersebut dibudidayakan di Polinesia sebelum tahun 1250 dan mencapai Selandia Baru pada abad ke-14, kemudian tumbuh di Virginia pada tahun 1648.

Melansir dari Diynetwork, dalam buku berjudul "Arus Ubi Jalar untuk Keuntungan" yang ditulis R.H. Price, ia memberikan dua skenario yang berbeda.

Salah satunya saat Columbus kembali dari Dunia Baru ke Inggris dan menyajikannya kepada Ratu.

Kedua yaitu ubi disebutkan dalam "Chinese Encyclopedia of Agriculture" yang berasal dari abad kedua atau ketiga dan menyebutkan varietas tertentu.

Kedua misteri tersebut kemungkinan besar tidak akan pernah terpecahkan.

Walau demikian, meski belum diketahui asal mulanya jenis tumbuhan ini, namun sering Sahabat Tani temukan dalam beberapa jenis olahan makanan dan minuman.

Salah satunya kolak.

Ya, kolak merupakan minuman yang cocok dinikmati saat berbuka puasa tiba.

Rasanya yang manis akan gula merah dan wangi sedap dari daun pandan membuat tenggorokan segar saat menyantapnya.

Terdapat beberapa isian kolak yang biasa dibuat oleh masyarakat Indonesia yakni ubi jalar, pisang, labu, dan singkong.

Tumbuhan tersebut merupakan makanan sehat yang banyak mengandung nutrisi.

Ubi jalar memiliki karbohidrat dan kalori yang lebih rendah dari kentang.

Dengan berbagai macam warna cerah yang ada pada ubi jalar, dapat dikatakan ubi jalar lebih baik kandungan nutrisinya dari pada kentang.

“Secara umum, semakin banyak warna yang bisa Anda tambahkan ke dalam makanan dari sayur dan buah akan semakin baik” jelas Yasi Ansari, Ahli diet di Los Angeles, seperti mengutip Kompas, belum lama ini.

Ubi jalar memiliki karbohidrat lebih banyak dibanding sayuran non tepung lainnya, seperti brokoli.

Perlu diketahui dalam secangkir ubi jalar mengandung 13 gram karbohidrat, sementara secangkir brokoli hanya terdapat 3 gram karbohidrat.

Baca juga: Brokoli Tingkatkan Imunitas Lawan Covid-19

Menurut Ansari, justru ini merupakan keunggulan dari ubi jalar.

“Ubi jalar menyediakan lebih banyak energi  daripada alternatif sayuran tanpa tepung, ini menjadikannya sumber bahan bakar yang luar biasa untuk aktivitas sehari-hari terutama kinerja atletik,” tambahnya.

Ada banyak cara menyantap ubi jalar, mulai dari diolah dalam minuman kolak, cemilan bola ubi goreng, ubi goreng tepung, dan masih banyak lagi yang dapat Sahabat Tani coba di rumah!

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App