• 9 Agustus 2020

Kemunculan Hiu Paus saat Pandemi

uploads/news/2020/04/kemunculan-hiu-paus-saat-48352fd7148965e.jpg
SHARE SOSMED

Hiu paus dapat melakukan manuver, dengan mengibas ekor secara tiba-tiba tanpa dapat diantisipasi oleh penyelam.

JAKARTA - Saat mendengar kata Hiu, maka tak jarang masyarakat akan berpikir untuk menjauh dari jenis ikan predator tersebut. Namun, pendapat tersebut dapat dibantah cepat.

Memang, hiu merupakan jenis ikan pemakan daging atau biasa disebut karnivora. Tetapi, bukan berarti mereka mengincar daging manusia, bahkan ada sejumlah jenis ikan ini memakan tumbuhan dan plankton.

Baca juga: Tikus Berkeliaran saat Pandemi Covid-19

Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan jenis hiu yang hidupnya seperti paus. Maka tak heran dapat disebut sebagai hiu paus. Sesuai dengan bentuknya ikan ini memiliki nama lokal dari sejumlah daerahnya.

Di Probolinggo, misalnya, dinamakan sebagai hiu tutul, sedangkan di Papua disebut dengan gurano bintang. Spesies ini dapat hidup di Samudra tropis dan lautan yang hangat.

Sementara di Indonesia, Sahabat Tani dapat menemukan hewan yang satu ini di perairan Situbondo, Nusa Tenggara, Bali, Sabang, Sulawesi Utara, Maluku dan sebagainya. Hiu tutul ini merupakan hiu pemakan plankton, cara memakannya dengan menyaring air laut.

Jenis plankton yang dimakan seperti copepoda, cacing tanah, larva kepiting, krustasea, telur karang, telur ikan dan juga cumi-cumi kecil serta ikan kecil lainnya. Melalui cara makan yang seperti itu, pada umumnya ia dikatakan mirip dengan paus.

Ukuran tubuhnya yang besar, justru tidak berbahaya bagi manusia. Mengutip dari Bobo, jenis hiu ini memiliki gerakan yang lambat, sekitar 8 kilometer per jam. Ikan hiu paus disebut sebagai hewan jinak, karena banyak penyelam yang dibiarkan menungganginya namun hal tersebut seharusnya tidak dilakukan.

Sejak terjadinya wabah virus corona atau Covid-19, tidak hanya berdampak kepada manusia saja, namun sejumlah hewan pun mulai muncul ke dekat perairan akibat kekurangan pangan. Sama halnya, seperti tikus yang baru-baru ini dikabarkan tengah berkeliaran di jalan-jalan akibat pandemi.

Hiu paus atau biasa disebut hiu tutul ditemukan muncul di perairan pantai Pasir Putih Situbondo, Jawa Timur. Kemunculan ikan ini telah melepas kesunyian pantai yang tengah di tutup akibat wabah virus pandemi ini sehingga para nelayan pun ramai mengabadikan momen tersebut.

Melansir dari CNN Indonesia, Hiu paus telah muncul sejak Sabtu (11/04) lalu. Kondisi perairan tenang dan sepi dari kegiatan manusia yang telah ditutup akibat virus Covid-19 ini menjadikan ikan tersebut muncul ke permukaan air.

Menjadi salah satu ikan terbesar di dunia, Hiu tutul merupakan ikan purba yang telah ada sejak ratusan tahun dan hingga kini tetap ada spesiesnya. Meski demikian, hewan ini dianggap tidak berbahaya bagi manusia, namun disarankan untuk tidak berinteraksi pada jarak dekat dengan ikan ini.

Baca juga: Panda Kawin Alami saat Lockdown

Pasalnya, hiu paus dapat melakukan manuver, dengan mengibas ekor secara tiba-tiba tanpa dapat diantisipasi oleh penyelam. Menurut peneliti mamalia laut dari Pusat Penelitian Oseonografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia(LIPI), Sekar Mira mengatakan, untuk tidak berinteraksi terlalu dekat dengan Ikan Hiu paus karena sangat berbahaya.

“Hiu paus memakan ikan-ikan dan udang-udang kecil dengan cara dihisap masuk ke dalam mulutnya yang lebar. Menyentuh bahkan menunggangi hiu sangat berbahaya bagi keselamatan diving traveler dan hiu paus itu sendiri,” katanya, seperti melansir Tempo, belum lama ini.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App