• 19 September 2021

Saatnya Peternakan Indonesia Berubah

uploads/news/2019/10/saatnya-peternakan-indonesia-berubah-35112343ce1d915.jpeg
SHARE SOSMED

Era revolusi indutri 4.0 di dunia peternakan ditandai dengan pemanfaatan teknologi informasi sebagai penggerak utama.

PADANG - Era revolusi industri 4.0 yang sedang berlangsung sekarang, menghendaki dan menuntut semua pihak untuk berubah. Perubahan tersebut menjadi sebuah keniscayaan, jika tidak akan tergerus dan tertinggal.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) Indonesia, Ir. Achmad Dawami, pada diskusi panel yang diselenggarakan Fakultas Peternakan Universitas Andalas (Unand), Padang di At Convention Hall Unand, Selasa, (8/10).

Lebih lanjut. Achmad Dawami menyampaikan bahwa era revolusi industri 4.0 ini ditandai pemanfaatan teknologi informasi sebagai penggerak utama. Penggunaan teknologi informasi dalam bisnis menjadikan pekerjaan lebih efisien dan pasar menjadi lebih terbuka.

"Di satu sisi era revolusi industri 4.0 ini merupakan sebuah keuntungan, namun di sisi lain juga menimbulkan kerugian. Salah satu kerugian yang mendasar adalah penggunaan tenaga manusia menjadi terminimalisir sehingga lapangan pekerjaan menjadi terbatas," katanya.

Kemudian, lanjutnya, pasar yang terbuka menyebabkan persaingan menjadi lebih ketat, orang yang lemah dan tak mampu beradaptasi akan kalah karena kemajuan teknologi yang merupakan bagian dari era revolusi industri 4.0. Apalagi, pemanfaatan teknologi informasi ini dengan sendirinya juga memasuki dunia peternakan.

"Saat ini teknologi robotik, automatisasi dan artificial inteligent (AI) sudah mewarnai industri peternakan di Indonesia. Sekarang kita tidak perlu menduga-duga lagi tentang kondisi ternak yang sedang kita distribusikan," ujar Achmad Dawami.

Hal yang sama juga disampaikan Chairman Perkasa Grup, Audy Joinaldy, yang juga hadir sebagai pemateri dalam diskusi panel. Kata dia, untuk mengawasi industri peternakan, saat ini sudah ada teknologi GPS (Global Positioning System) dan CCTV (Closed Circuit Television). "Teknologi ini tentunya dapat memantau dengan jelas kondisi rillnya," kata Audy.

Menanggapi kondisi industri peternakan yang terjadi saat ini, Dekan Fakuktas Peternakan Unand, James Hellyward pun mengajak pelaku industri peternakan Indonesia untuk segera berbenah dan beradaptasi dengan perubahan yang sedang terjadi saat ini.

"Jika tidak dilakukan, maka peternakan Indonesia akan tertinggal dan akhirnya dikuasai oleh segelintir orang bahkan oleh negara asing. Jadi, mari segera berbenah di tengah era revolusi industri 4.0 yang tengah terjadi saat ini," katanya.

Diskusi Panel ini merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Peternakan Unand ke-56. Dies Natalis itu dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen. Puncak Dies Natalis yang digelar pada 9 Oktober 2019 itu ditandai dengan Rapat Senat Terbuka di At Convention Hall Unand. (RK)

Related News

Jagad Tani - Petaninya Milenial App Download

Free Sign & Download, Android App