• 5 April 2020

Sekam Padi Kurangi Bau Larva

SHARE SOSMED

Di sini kita pakai sekam padi atau serbuk kayu tujuannya yaitu agar tidak terlalu bau. Jadi, saat lagi bekerja tidak terlalu terganggu sama baunya, karena dia baunya menyengat sekali berbeda sama bau sampah.”

BOGOR - Larva merupakan salah satu serangga yang melindungi dirinya dengan mengeluarkan bau. Saat ada musuh, ulat ini akan mengeluarkan tanduk yang ada di belakang kepalanya. Nah, tanduk itulah yang bertugas menyebarkan bau busuk dan menakuti musuh. Karena itu ia dikenal sebagai kepik bau busuk. Saat ada musuh yang datang, biasanya larva akan mengeluarkan cairan dari lubang di dekat kaki tengahnya. Saat disemprotkan, cairan yang berasal dari kelenjar khusus itu akan berubah menjadi kabut dan mengeluarkan bau busuk.

Selain digunakan untuk melindungi diri, bau busuk ini juga digunakan untuk melindungi larva mereka. Meski begitu, ada beberapa hewan yang tidak mempan dengan bau busuk ini, seperti belalang sembah, ayam, dan kodok. Namun, ada beberapa solusi untuk menghilangkan bau pada larva khususnya bagi para peternak. Seperti PT Magalarva Sayana Indonesia (Magalarva) yang menggunakan sekam padi dan serbuk kayu untuk meminimalisir bau pada serangga yang tidak tahan panas ini.

“Di sini kita pakai sekam padi atau serbuk kayu tujuannya yaitu agar tidak terlalu bau. Jadi, saat lagi bekerja tidak terlalu terganggu sama baunya, karena dia baunya menyengat sekali berbeda sama bau sampah,” kata Parno, salah satu karyawan Magalarva kepada JagadTani.id belum lama ini di Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Larva Kering, Pakan Tahan Lama

Sekam padi sendiri memiliki tekstur yang kering yang menyebabkan ia dapat menyerap aroma pada larva. Biasanya sekam padi digunakan untuk alas pada kandang karena agar menyerap kotoran hewan tersebut.

“Kita dapatnya dari petani-petani. Nah, kalau serbuk kayu ini biasanya sudah langganan sama salah satu tukang kayu yang kasih serbuknya ke kita,” jelas Parno.

Baca juga: BSF, Si Lalat Ramah Lingkungan

Parno mengatakan tidak sulit untuk mendapatkan sekam padi ini. Karena bisa ditemukan di sekitar kita. Apa lagi, banyak orang yang mengira jika sekam padi hanya limbah yang dibuang begitu saja, padahal sebenarnya memiliki fungsi yang sangat besar bagi peternak hewan khususnya peternak serangga.

“Iya kalau orang tidak tahu (sekam padi) dibuang saja, paling buat pupuk kandang. Padahal, kalau kita sudah pasti stock setiap minggunya dan selalu kita ganti, agar tetap higienis jadi tidak terlalu basah. Soalnya, kalau kelamaan didiamkan bakal lembap, jadi harus diganti dengan yang baru,” tutup Parno.

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App