• 4 April 2020

Asap Optimisme Petani Tembakau

uploads/news/2019/10/asap-optimisme-petani-tembakau-56817804436caf4.jpg
SHARE SOSMED

Walau para petani tembakau optimis jika hasil panen tahun ini lebih baik, di saat bersamaan para petani juga galau karena ancaman serangan hama ulat.

 

KLATEN - Para petani tembakau di Kabupaten Klaten optimis hasil panen tahun ini lebih baik. Pasalnya, hal ini karena didukung cuaca cerah yang terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Lalu bagaimana cara merawat tanaman tembakau agar hasilnya maksimal. Sebab, akhir-akhir ini, petani juga dipusingkan dengan hama ulat yang mulai menyerang tanaman tembakau.

Hama ulat menyebabkan daun tembakau menjadi berlubang dan rusak. Hama ulat mulai menyerang tanaman tembakau milik petani sejak sepekan terakhir. Seperti yang dirasakan Karmin (45), petani tembakau asal Trucuk, Klaten beberapa waktu lalu. Tanaman tembakau di lahan seluas hampir satu hektare miliknya kini rusak akibat serangan hama ulat.

Mayoritas tanaman tembakau yang baru berusia satu bulan daunnya mulai berlubang.Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Klaten, Kadarwati, pun mengimbau petani untuk terus merawat tanaman tembakau sebagai antisipasi serangan hama ulat tak meluas. Salah satu upaya yang paling mudah mengatasi hama ulat yaitu dengan penyemprotan obat dua kali dalam sepekan.

Selain penyemprotan, para petani juga bisa menggunakan cara manual dengan memeriksa secara rutin tanaman tembakau. Sebab, jika hama ulat dibiarkan maka bisa berdampak pada hasil panen yang kurang maksimal. Kadarwati meyakini serangan hama ulat tak berdampak secara luas terhadap hasil produksi tembakau jika petani rutin melakukan perawatan. Pihaknya juga optimis hasil panen tahun ini di Klaten akan lebih baik. Hal ini dilihat dari cuaca yang cukup bersahabat untuk tanaman tembakau.

“Jika tidak hujan sampai musim panen maka proses produksi yang dilakukan petani akan lebih baik. Sebab, petani penanam ini tergantung cuaca. Namun, jika turun hujan maka bisa berpengaruh pada hasil produksi. Sebab biasanya jika hujan akan muncul penyakit pada tanaman tembakau. Tentu juga berimbas pada kualitas hasil panen secara keseluruhan. Petani berharap cuaca cerah hingga masa panen yang tinggal beberapa pekan,” ujarnya.

Musim tanam tembakau di Klaten tahun ini mencapai ratusan hektare. Petani pun berharap hasil panen memuaskan. “Optimis saja semoga cuaca mendukung,” imbuhnya. (BTN)

Comment

Related News

Jagad Tani App Download

Free Sign & Download, Android App